Mindialogue 2026

Hilirisasi Ternyata Sumbang 30% Realisasi Investasi RI

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 13/08/2026 17:50 WIB
Foto: Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu saat menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM membeberkan sektor hilirisasi memberikan kontribusi besar terhadap total capaian investasi nasional. Saat ini, proyek-proyek pengolahan sumber daya alam tersebut telah menyumbang sekitar 30% dari seluruh realisasi investasi di Indonesia.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu memaparkan total realisasi investasi sepanjang Semester I 2026 sebesar Rp 1.010,6 triliun atau 49,5% dari target tahun ini sebesar Rp 2.041,3 triliun.

Dari realisasi itu, sebanyak 29,7%-nya atau Rp 300,1 triliun merupakan investasi dari proyek hilirisasi Tanah Air. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


"Di samping itu, angka yang saya sebutkan tadi, memang kita monitor dalam dua tahun belakangan ini, kontribusi daripada hilirisasi cukup signifikan. Dari realisasi investasi yang ada, saat ini memang hilirisasi ini memberikan kontribusi kurang lebih sekitar 30%, daripada angka realisasi investasi," katanya dalam acara Mindialogue 2026, di Jakarta, dikutip Kamis (13/8/2026).

Pemerintah mendorong agar komoditas mineral tidak lagi dilepas ke pasar global dalam bentuk bahan mentah. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh proses pengolahan dilakukan di dalam negeri guna memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi bangsa.

"Artinya hilirisasi ini, kita punya komitmen untuk tidak melepas, raw material atau bahan baku mineral kita, dan kita dorong ini untuk diolah di negara kita, sehingga ini memberikan added values," imbuhnya.

Berdasarkan paparannya, realisasi investasi hilirisasi pada Semester I 2026 didominasi oleh sektor Mineral yang mencatatkan total angka sebesar Rp 206,5 triliun. Dalam sektor mineral, hilirisasi Nikel menjadi kontributor utama dengan nilai mencapai Rp 71,0 triliun, diikuti oleh Bauksit senilai Rp 53,8 triliun, Tembaga sebesar Rp 37,4 triliun, serta Besi Baja dan Pasir Silika yang masing-masing menyumbang Rp 30,2 triliun dan Rp 5,9 triliun.

Selanjutnya, sektor Perkebunan dan Kehutanan menempati posisi kedua dengan total investasi Rp 54,4 triliun, yang didorong oleh komoditas Kelapa Sawit senilai Rp 29,5 triliun dan Karet sebesar Rp 5,0 triliun.

Di sisi lain, sektor Minyak dan Gas Bumi memberikan kontribusi melalui investasi pada pengolahan Minyak Bumi sebesar Rp 26,4 triliun dan Gas Bumi sebesar Rp 9,0 triliun.

Terakhir, sektor Perikanan dan Kelautan melengkapi capaian hilirisasi nasional dengan nilai investasi sebesar Rp 3,8 triliun, yang mencakup pengolahan komoditas seperti garam, berbagai jenis ikan (tuna, cakalang, tongkol), udang, hingga rumput laut.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Jurus Penguatan Mineral, Mendorong Hilirsasi & Peningkatan Nilai Tamba