Internasional

Bibit Perang Baru di Asia Terus Tumbuh, Militer Mulai Diterjunkan

tfa, CNBC Indonesia
Kamis, 13/08/2026 14:35 WIB
Foto: REUTERS/Ann Wang

Jakarta, CNBC Indonesia - Taiwan menggelar latihan anti-blokade dengan melibatkan angkatan laut dan penjaga pantai di tengah meningkatnya tekanan maritim China terhadap pulau tersebut. Latihan ini menjadi bagian dari latihan perang tahunan Han Kuang yang mensimulasikan berbagai skenario serangan Beijing.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan angkatan laut bekerja sama dengan penjaga pantai untuk mengawal dan melindungi kapal dagang dalam situasi blokade.

"Angkatan Laut bekerja sama dengan kapal penjaga pantai untuk menyelesaikan tugas pengawalan dan perlindungan keamanan," demikian pernyataan kementerian, dikutip Reuters, Kamis (13/8/2026).


Dalam simulasi tersebut, kapal penyapu ranjau bertugas membersihkan jalur navigasi dan memandu kapal dagang menuju pelabuhan di pantai timur Taiwan. Penjaga pantai mengatakan latihan pada Rabu itu menjadi pertama kalinya mereka menggelar latihan anti-blokade bersama angkatan laut.

Taiwan selama ini mengkhawatirkan kemungkinan China menerapkan blokade atau karantina maritim untuk menekan pulau tersebut agar menyerah. Kekhawatiran itu meningkat setelah China pada Juni mulai menggelar patroli yang disebut sebagai operasi "penegakan hukum" di lepas pantai timur Taiwan.

Latihan Han Kuang berlangsung selama 10 hari dan menguji berbagai skenario jika China berupaya merebut Taiwan dengan kekuatan militer. Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing atas pulau tersebut.

Presiden Taiwan Lai Ching-te juga meninjau kesiapan sipil dengan mengunjungi area parkir bawah tanah sebuah rumah sakit di New Taipei yang diubah menjadi bangsal darurat, serta sebuah supermarket untuk melihat distribusi pasokan dalam kondisi darurat.

Lai didampingi sejumlah diplomat asing senior, termasuk perwakilan de facto Amerika Serikat, Israel, dan Kanada.

"Kami tidak menghadapi perubahan geopolitik regional sendirian, tetapi bersama dengan keprihatinan bersama dan upaya bersama dari masyarakat internasional," kata Lai.

Dalam latihan terpisah, militer Taiwan juga memasang barikade logam, kawat berduri, dan penghalang beton di akses menuju sejumlah jembatan utama Taipei.

Peneliti Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Chieh Chung, mengatakan langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mencegah pasukan China menggunakan jembatan untuk mempercepat pergerakan menuju ibu kota.

"Saya percaya rencana militer juga akan mencakup penghancuran jembatan-jembatan ini, jika perlu," ujarnya.


(tfa/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: MINDialogue: Dorong Daya Saing Mineral Untuk Stabilitas Ekonom