Mayoritas PPPK Paruh Waktu Lulusan SD-SMA, PNS Paling Banyak Sarjana
Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) kini kian banyak, dengan total mencapai 6,77 juta orang, tertinggi dalam rentang satu dekade terakhir. Jumlah itu lebih tinggi dibanding catatan pada 2025 yang sebanyak 6,54 juta orang.
Mayoritas ASN masih didominasi oleh formasi PNS sebanyak 3,48 juta orang, meski jumlahnya menyusut dibanding 2025 yang sebanyak 3,55 juta orang. Posisi kedua berasal dari formasi PPPK yang sebanyak 2,07 juta orang, bertambah dari 2025 yang tercatat 2,04 juta orang.
Selanjutnya, ialah berasal dari formasi PPPK Paruh Waktu yang jumlahnya kini mencapai 1,22 juta orang, juga bertambah dari sebelumnya pertama kali rekrutmen dilakukan pada 2025 sebanyak 947.421 orang.
"Pemenuhan kebutuhan ASN dalam lima tahun terakhir didominasi oleh PPPK, terutama dalam rangka penataan tenaga Non-ASN," dikutip dari Buku Statistik ASN 2026 Semester I yang diterbitkan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan tingkat pendidikan akhir, untuk formasi PNS paling banyak merupakan sarjana atau lulusan DIV/S1 mencapai 2,09 juta orang, diikuti lulusan S2 sebanyak 509.387, SD-SMA 422.296, DI-DIII 399.382, serta S3 sebanyak 54.440 orang.
Sementara itu, untuk formasi PPPK, juga mayoritas merupakan lulusan DIV-S1 dengan jumlah 1,43 juta orang. Diikuti lulusa SD-SMA 388.784, DI-DIII sebanyak 230.837 orang, S2 sejumlah 16.707 orang, dan S3 setara 1.232 orang.
Adapun untuk PPPK Paruh Waktu, didominasi oleh lulusan SD-SMA dengan jumlah 597.151 orang, diikutip DI-S1 sebanyak 500.057, DI-DIII sebanyak 122.672 orang, S2 ada 704 orang, dan S3 sebanyak 16 orang.
Secara total, lulusan DIV/S1 merupakan yang terbanyak dalam komposisi ASN dengan jumlah 4,03 juta orang. Lalu, lulusan SD-SMA sebanyak 1,40 juta orang, DI-DIII 752.891, S2 sebanyak 526.798 orang, dan S3 sejumlah 55.688 orang.
"Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya diperlukan lulusan sarjana pada proses penerimaan ASN yang dibuka oleh pemerintah beberapa tahun ini, kemudian lulusan SMA untuk beberapa formasi atau jabatan," sebagaimana tertera dalam laporan BKN terbaru itu.
(arj/arj)