3 Komoditas Ini Siap Topang Ekspor RI di 2026

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Kamis, 13/08/2026 11:36 WIB
Foto: CNBC INDONESIA

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia memiliki komoditas potensial yang dapat diekspor untuk mendongkrak neraca perdagangan. Komoditas tersebut berasal dari sektor pertanian dan perkebunan.

Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkapkan komoditas dari sektor pertanian dan perkebunan tersebut memiliki permintaan tinggi dari berbagai negara, contohnya kopi, coklat, dan pala. 

"Banyak negara-negara yang menjadi tujuan ekspor kita saat ini memiliki populasi yang besar dan memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang besar. Ini yang kemudian nanti bisa mendongkrak ekspor kita ke depan," ungkap dia dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (13/8/2026).


Menurut Asmoro, Indonesia merupakan produsen terbesar di dunia dari ketiga komoditas tersebut. Dia juga menyebut komoditas kelapa menjadi salah satu yang dibutuhkan di berbagai negara.

"Apalagi kalau kita bicara bagaimana ekspor kita banyak juga ke India, Pakistan, Bangladesh yang secara relatif pertumbuhan India itu cukup baik dan jumlah populasi juga tinggi. ini yang kemudian akan mendorong sebenarnya punya potensi untuk tumbuh lebih tinggi lagi," terang Asmoro.

Dia tak memungkiri dalam tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan di sektor perkebunan, pertanian, dan perikanan itu di bawah 3%. Namun, kata dia, bukan hal mustahil bagi pemerintah meningkatkan kinerja sektor tersebut.

"Kalau kita bicara di sektornya, ini Indonesia akan bisa sustainable tumbuh di atas 5,5% ke bahkan di atas 6%. Itu menurut kalkulasi kami," ujar dia.

Asmoro juga menegaskan ketika sektor tersebut difokuskan, Indonesia dapat mengejar pertumbuhan ekonomi, lalu menciptakan lapangan pekerjaan, dan menjadi salah satu pendorong supply valuta asing di domestik.

"Jadi perlu kemudian kalau nanti misalnya tanya, apa yang kemudian jadi perlu dilakukan oleh pemerintah misalnya? Fokus kepada dua sektor itu saja, itu akan menjawab tiga hal," kata dia.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Negara-Negara Panen Cuan Kala Harga Kopi Makin Harum