Bos Danantara Tekankan BUMN Jangan Cuma Jadi Pemain Lokal
Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa mengatakan, bahwa Danantara memiliki strategi yang jelas, yakni mengintegrasikan komoditas dari hulu ke hilir secara menyeluruh sehingga manfaat yang jelas. Namun dia juga menekankan, bahwa seharusnya Danantara bukan hanya menjadi pemain lokal, melainkan harus bisa ekspansi ke regional dan juga global.
"Kita harus bisa ekspansi ke global-regional. Kalau kita hitung kita bisa masuk apakah bisa kompetitif, kita harus bisa tekan cost structure? Kita harus bisa hybrid kita mulai membuat dari domestik regional dan global," tegas Sigit dalam Mindialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI, di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, Danantara sudah beberapa kali melakukan kunjungan industri ke Jepang, Inggris, dan Prancis. Menurut Sigit, setidaknya ketiga negara tersebut memiliki kemauan besar dan siap menjadi off-taker material saat Indonesia masuk ke semikonduktor.
"Pasti ada beberapa industri yang kami sedang bangun ini. Danantara sudah masuk ke industri semikonduktor, misal kita invest cukup besar ada satu platform 94% platform itu menggunakan mitra dan kita pilih 6% open sources," tegas dia.
Sebelumnya, Sigit buka-bukaan mengenai tantangan utama rantai pasok komoditas di Indonesia. Terdapat setidaknya empat isu dalam tantangan tersebut. Pertama, tantangan mengenai teknologi, di mana misalnya dalam hal aktifitas ekstraksi mineral.
Kedua, perihal sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Sigit menyatakan, bahwa SDM di Indonesia bukan tidak mampu hanya saja tidak pernah diberikan kesempatan yang terlatih di bidang backstream.
"Yang ketiga, ini masalah investasi. Sekarang kan ada Danantara, alhamdulillah investasi tidak ada masalah jadi kami dari hulu ke hilir. Siap tidak siap jadi tantangan investasi it's not a problem anymore," ungkap Sigit.
Keempat, lanjutnya, yakni mengenai off-taker, di mana Indonesia memiliki pasar besar, namun terkadang masih terpecah-pecah.
(Teti Purwanti/bul)