Roma dilanda suhu 39 Derajat Celsius, namun wisatawan tetap mengunjungi Forum Romawi. Pengunjung berteduh, minum air, dan berlindung dari terik matahari.
Seorang wanita menggunakan payung untuk melindungi diri dari terik matahari saat mengunjungi Forum Romawi di Roma, Italia, Selasa (11/8/2026). Suhu udara di ibu kota Italia tersebut mendekati 40 derajat Celsius (104 derajat Fahrenheit), tetapi kondisi itu tidak menyurutkan wisatawan untuk menjelajahi salah satu situs kuno paling populer di kota tersebut. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Para pengunjung terlihat mencari tempat berteduh di antara reruntuhan kuno. Mereka juga kerap berhenti untuk minum air dan menggunakan payung untuk berlindung dari terik matahari saat menjelajahi kawasan arkeologi tersebut. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Menurut situs cuaca ilmeteo.it, suhu di Roma diperkirakan mencapai sekitar 39 derajat Celsius (102,2 derajat Fahrenheit) pada siang hari. "Saya pergi ke Colosseum, dan di sini mungkin batu-batunya memang memerangkap dan memancarkan panas karena Anda benar-benar bisa merasakannya," ujar Jules Daibail, wisatawan asal Prancis. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Italia memang terbiasa menghadapi musim panas yang terik. Namun, pekan lalu Kementerian Kesehatan Italia mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya dengan menetapkan status siaga kesehatan tingkat tertinggi di seluruh kota besar akibat suhu tinggi. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Italia menjadi salah satu dari sejumlah negara Eropa yang tengah menghadapi suhu musim panas ekstrem. Kondisi tersebut terjadi ketika Eropa tercatat sebagai benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Dengan meningkatnya suhu, gelombang panas musim panas dan dampaknya diperkirakan akan semakin sering terjadi di Eropa. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)