Ini Dia Jenis Kendaraan yang Tidak Akan Kena Pembatasan BBM Pertalite
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tidak semua kendaraan akan terdampak rencana kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khususnya Pertalite (RON 90). Pembatasan itu hanya menyasar kendaraan roda empat atau mobil.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan nantinya pengguna sepeda motor tetap diperbolehkan membeli Pertalite seperti biasanya. Meski begitu, sampai saat ini pemerintah belum memberlakukan larangan baru atau pembatasan khusus yang menyasar pemilik kendaraan roda dua dalam mengakses BBM subsidi tersebut.
"Nggak, sepeda motor nggak dibatasi kok. Berarti nggak ada perubahan untuk sepeda motor. Hati-hati loh kamu jadiin judul loh hati-hati ya makasih," kata Bahlil di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa pembatasan BBM subsidi sebenarnya menyasar jenis kendaraan yang dianggap tidak layak menerimanya. Ia mencontohkan mobil mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz sebagai kategori kendaraan yang seharusnya tidak lagi menggunakan Pertalite.
"Jadi gini, nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan ya, jangan pakai BMW pakai Mercy masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Purbaya) tadi," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji penerapan pembatasan pembelian BBM subsidi Pertalite, khususnya bagi kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi atas. Salah satu skema yang sedang dipelajari adalah membatasi subsidi bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10.
Menurut dia, pembatasan tersebut nantinya dapat dilakukan secara bertahap. Adapun, saat ini pihaknya masih mempelajari sistem yang akan digunakan agar kebijakan tersebut dapat diterapkan dengan baik.
"Jadi tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin desil 9, 10 supaya nanti berapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap. Sedang kita pelajari sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan begitu," ujarnya.
(pgr/pgr)