CLOSE AD
MARKET DATA

Fenomena Baru, Ada Perubahan Perilaku di Pengguna Asuransi Kendaraan

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
11 August 2026 17:56
President Director & Chief Executive Officer (CEO), Oona Insurance Indonesia, Vincent C. Soegianto saat menyampaikan pemaparan dalam Multifinance CEO Gathering 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - President Director & Chief Executive Office (CEO) Oona Insurance Indonesia, Vincent Soegianto menilai ada perubahan perilaku pengguna asuransi kendaraan di Tanah Air.

Apabila sebelumnya kebutuhan proteksi hanya difokuskan untuk kendaraan, sekarang perhatian mulai bergeser pada risiko yang dihadapi oleh pengguna kendaraan, termasuk untuk personal accident.

"Nah yang terjadi pergeseran yang menarik di sisi kami di the last semester itu adalah peningkatan kebutuhan terhadap risiko personal accident dan dari si peminjam sendiri," ujar Vincent dalam acara Multifinance CEO Gathering 2026 with OJK bertema "Navigating Uncertainty: Menjaga Performa Bisnis Multifinance di Tengah Tantangan Ekonomi dan Perubahan Lanskap Risiko," di Parle Senayan, Selasa (11/8/2026).

Dirinya bilang, pergeseran kebutuhan tersebut membuat perlindungan tidak hanya ditujukan kepada unit kendaraan saja. Dalam konteks ini, perlindungan juga diberikan pada pengguna kendaraan atau peminjam biaya itu sendiri. Alhasil, ia pun berupaya mendukung industri asuransi untuk menjamin risiko dari peminjam biaya.

"Jadi instead of kendaraannya diproteksi, si peminjamnya juga diproteksi. Nah jadi itu adalah suatu pergeseran yang kita juga coba support the industry, supaya kita juga bisa bantu jamin resiko dari si peminjamnya," terang dia.

Di sisi lain, Vincent menilai, kehadiran perusahaan asuransi saat ini sudah semakin berkembang tidak hanya memposisikan diri sebagai vendor untuk perusahaan multifinance. Lebih dari itu, perusahaan asuransi juga harus terlibat dengan sejumlah pihak agar mampu menciptakan produk yang sesuai kebutuhan pasar.

"Sekarang ini kita lebih three party discussion antara ATPM, antara finance company, dan antara insurance company untuk bisa come dengan produk yang acceptable di market, yang harganya affordable, and at the same time resikonya ini baik untuk semua pihak yang terlibat. Jadi saya rasa sudah menjadi strategic partner ya," jelas Vincent.

Lebih jauh, ia menambahkan, pada dasarnya perusahaan asuransi erat kaitannya dengan industri multifinance. Oleh sebab itu, komunikasi yang solid menjadi kunci utama untuk menjaga pertumbuhan di industri.

"Sebagai insurance kita hidupnya dari rekan-rekan multi finance, jadi memang yang kuncinya komunikasi supaya kita bisa sama-sama sehingga industri ini bisa berjalan dengan sehat dan terutama, customer-nya juga mendapatkan perlindungan yang tepat," tandas dia.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article APPI Curhat Soal Penggunaan Jasa Debt Collector, Ini Alasannya!


Most Popular
Features