CLOSE AD
MARKET DATA

Madura Siap-Siap Berubah Total, Proyek Besar Ini Mau Dibangun

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
11 August 2026 13:50
Pulau madura. (Dok. detikcom)
Foto: Pulau madura. (Dok. detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengembangan kawasan industri di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bukan semata-mata karena tersedianya lahan. Ada pertimbangan pemerataan ekonomi yang ikut menjadi dasar masuknya swasta mengembangkan kawasan industri di wilayah tersebut.

Kawasan Industri Wiraraja Madura menjadi salah satu proyek yang diproyeksikan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Pemerintah sebelumnya juga menyebut Bangkalan memiliki potensi untuk menjadi penyeimbang kawasan industri berat yang telah berkembang di sekitar Gresik. Pengembangan industri di Bangkalan memiliki aspek yang lebih luas karena berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat setempat.

"Jadi gini, sekarang kan kita kan enggak fokus hanya di Jawanya sendiri. Kenapa Bangkalan? Pertama kita fokus di situ kan memang dari dulu pemerintah menyiapkan infrastruktur yang sudah dipersiapkan untuk zaman B.J. Habibie untuk industrialisasi," kata Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana kepada CNBC Indonesia, Selasa (11/8/2026).

Pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan sebelumnya menjadi salah satu modal bagi kawasan tersebut untuk dikembangkan menjadi basis industri. Persoalannya, kesiapan infrastruktur tersebut belum sepenuhnya diikuti masuknya pengembangan kawasan industri oleh swasta.

Pulau Madura. (Dok. Istimewa)Pulau Madura. (Dok. Istimewa) Foto: Pulau Madura. (Dok. Istimewa)

Kondisi sosial ekonomi masyarakat juga menjadi pertimbangan lain. Industrialisasi diharapkan dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar kawasan.

"Nah, tetapi kenapa kita swastanya enggak masuk? Nah, ya saya masuk kebetulan sebagai putra daerah. Nah tetapi kan infrastruktur di sana sudah masuk, terus kemiskinan juga ekstrem ya kan, sangat keras sekali kemiskinan di sana kan, ekstrem sekali," ujarnya.

Pembangunan kawasan industri kemudian diarahkan untuk menghadirkan kegiatan manufaktur dalam skala besar. Berbagai calon industri yang dijajaki mencakup sektor plastik, benang, matras, furnitur, makanan, hingga pengalengan ikan.

Masuknya pabrik-pabrik tersebut diharapkan membuat manfaat pembangunan kawasan tidak berhenti pada investasi dan aktivitas produksi. Efek lanjutannya dapat berupa kebutuhan tenaga kerja, tumbuhnya usaha pendukung, serta meningkatnya perputaran ekonomi di sekitar kawasan.

"Jadi makanya saya masuk ke sana supaya ada penciptaan lapangan kerja, pemerataan ekonomi," kata Ma'ruf.

Saat ini pembangunan fisik kawasan belum dimulai karena masih menunggu penyelesaian tahapan perizinan. Setelah proses tersebut rampung, pembangunan akan dilanjutkan untuk menyiapkan kawasan bagi perusahaan yang telah dijajaki.

"Lagi tahap perizinan, mungkin awal bulan depan atau ya perizinan kalau selesai langsung saya bangun," pungkas Ma'ruf.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Investor China, Korea hingga Jepang Berebut Masuk Madura, Ada Apa?


Most Popular
Features