CLOSE AD
MARKET DATA

Freeport Punya Proyek Tambang Bawah Tanah Baru, Beroperasi di 2029

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
11 August 2026 10:40
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas
Foto: Ignacio Geordy Oswaldo

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan tambang bawah tanah baru yang dikembangkan perusahaan bisa beroperasi pada 2029 mendatang. Tambang tersebut yakni Kucing Liar yang diharapkan bisa menjadi salah satu sumber utama produksi tembaga dan emas PTFI dalam kurun 10 tahun.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyebutkan bahwa investasi yang dikucurkan untuk proyek tersebut mencapai sekitar US$ 1,4 miliar atau setara Rp 25 triliun (asumsi kurs Rp 17.923 per US$). Tambang itu sendiri berada di kawasan Grasberg, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

"Sekarang kita kan mulai (mengembangkan) Kucing Liar, nanti kira-kira tahun 2029, mulai ditambang. Sekarang development," ungkap Tony ditemui di Jakarta, dikutip Selasa (11/8/2026).

Mengutip laporan Freeport-McMoRan (FCX), pengembangan tambang Kucing Liar telah berlangsung sejak 2022 sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan produksi di kawasan Grasberg.

"Sejak tahun 2022, PTFI telah melaksanakan kegiatan pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar yang terletak di kawasan mineral Grasberg," tulis laporan kinerja Semester I-2026 Freeport-McMoRan (FCX), dikutip Rabu (5/8/2026).

Adapun, produksi dari tambang Kucing Liar sendiri ditargetkan mulai meningkat (ramp-up) sekitar tahun 2030 hingga mencapai kapasitas desain sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari.

Pada saat beroperasi penuh, Kucing Liar diperkirakan mampu memproduksi rata-rata 750 juta pon tembaga dan sekitar 735.000 ons emas per tahun. Kehadiran tambang baru tersebut diharapkan dapat menjaga produksi berskala besar PT Freeport Indonesia di kawasan Grasberg dalam jangka panjang.

Hingga 30 Juni 2026, setidaknya PTFI telah menggelontorkan investasi sekitar US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 25 triliun (asumsi kurs Rp 17.923 per dolar AS) untuk pengembangan proyek tambang Kucing Liar tersebut.

Perusahaan memperkirakan kebutuhan investasi tambahan di proyek tersebut mencapai sekitar US$ 4 miliar, atau setara sekitar Rp 71,69 triliun hingga tahun 2033.

(ven/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Freeport Bakal Mulai Produksikan Tambang Bawah Tanah Baru di 2029


Most Popular
Features