Pemerintah Kaji Insentif Dampak El Nino Terhadap Produksi Pangan RI

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Senin, 10/08/2026 19:05 WIB
Foto: Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberi sambutan dalam acara Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Gedung Smesco, Jakarta, Senin, (29/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto masih meninjau insentif untuk mitigasi dampak El Nino.

Airlangga mengatakan bahwa kebutuhan untuk mitigasi dampak El Nino sedang dihitung oleh Kementerian Pertanian.


"Kita lihat saja. Itu di Kementerian Pertanian, kita monitor aja dulu," ujar Airlangga kepada pewarta saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Sebelumnya, Airlangga memastikan dukungan pemerintah untuk kebutuhan pangan masyarakat terutama di tengah ancaman Godzilla El Nino.

Saat ditanya pewarta beberapa waktu lalu soal insentif khusus fenomena El Nino, Airlangga menjawab bahwa pemerintah akan memberikan kemudahan pangan bagi masyarakat.

"Nanti kita lihat selalu kita berikan kemudahan untuk pangan," ujarnya kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Rabu (29/7/2026).

Pemerintah sendiri, kata Airlangga, akan berupaya untuk memitigasi dampak kekeringan akibat fenomena alam Godzilla El Nino, salah satunya dengan pompanisasi dan distribusi air yang merata.

"Kita monitor aja karena memang di beberapa daerah hujan kan sudah tidak turun dan mana daerah yang bisa diselesaikan dengan pompanisasi dimana sungai-sungainya yang masih banyak air dan bagaimana mendistribusikan air itu ke daerah-daerah yang produktif," ujarnya.

Tantangan ekonomi semakin besar karena El Nino berlangsung saat eskalasi konflik di Timur Tengah belum usai dan berpotensi membuat harga minyak mentah dunia tetap tinggi.

Para ekonom kini memperingatkan kemunculan fenomena El Nino super atau El Nino Godzilla tahun ini berpotensi memicu guncangan besar terhadap produksi pangan dunia yang dampaknya bisa bertahan hingga 2028.

Dilansir The Guardian, Senin (10/8/2026), para ekonom menilai rantai pasok pangan global kini menghadapi "dua guncangan sekaligus", yakni konflik geopolitik yang mengganggu pasokan energi dan pupuk serta cuaca ekstrem akibat pemanasan global yang diperkirakan semakin diperparah oleh El Nino berkekuatan sangat besar.

Para ilmuwan sebelumnya menyatakan bahwa siklus El Nino 2026-2027, yang terbentuk ketika perubahan pola angin memungkinkan air laut hangat menyebar ke wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik ekuator, memiliki peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk berkembang menjadi fenomena sangat kuat.

Godzilla El Nino menjadi fokus penting pemerintah, pasalnya efek yang diakibatkan diantaranya kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan.


(chd/mij)
Saksikan video di bawah ini:

Kepala BMKG Ingatkan Bahaya El Nino, Pernah Bikin Inflasi "Meledak"