ETF Buka Jalan Investasi Asuransi di Aset Emas

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Senin, 10/08/2026 12:05 WIB
Foto: Menko Pereknomian, Airlangga Hartarto saat acara Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia dan Peluncuran Produk ETF Emas, Senin (10/8/2026). (YouTube/OJK)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) Emas membuka jalan bagi asuransi untuk berinvestasi di aset emas.

ETF Emas adalah instrumen investasi berupa reksa dana atau sekuritas yang diperdagangkan di bursa saham dan dirancang untuk melacak pergerakan harga emas.


Hal tersebut dirinya ungkapkan saat hadir dalam peluncuran ETF Emas dan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia di Hall Utama Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/8/2026).

"Dengan demikian tentu kita lebih dalam lagi dan saya senang karena dengan ETF (emas), maka asuransi bisa investasi emas," ucapnya.

Sebelumnya, kata Airlangga, asuransi tidak bisa berinvestasi di aset emas yang ada di bank bullion emas, sehingga adanya ETF emas dapat memperkaya ragam pilihan investasi di bidang asuransi.

Airlangga juga mengharapkan bahwa hadirnya ETF emas dapat menjadi penghubung antara manajer investasi, bank kustodian, bank bullion, dealer, dan bursa efek Indonesia dalam satu ekosistem.

"Dan emas bukan hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas," imbuhnya.

Airlangga juga mengatakan bahwa dengan jumlah emas yang ada di ekosistem saat ini, bisa menyalip India dan Singapura dalam waktu dekat ke depan.

"Di Pegadaian jumlah emas 153 ton adalah 20 miliar dolar. Jadi India sebetulnya bisa kita balap dengan waktu cepat. Jadi kita akan dalam waktu cepat bisa melampaui Singapura," kata Airlangga.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: New RBC Mulai Diuji Caba, Asuransi Jiwa Siapkan Implementasinya