MARKET DATA

RI Butuh Rp8.705 T untuk Pembangunan di 2027, Lampaui Kemampuan APBN

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
10 August 2026 10:15
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan besarnya kebutuhan dana investasi bagi Indonesia, untuk terus menggerakkan pembangunan, baik itu pembangunan fisik maupun sumber daya manusia.

Juda Agung mengatakan, nilai kebutuhan investasi untuk pembangunan itu bahkan melampaui kemampuan fiskal pemerintah. Pada 2027, nilainya sebesar Rp8.705 triliun.

"Kebutuhan infrastruktur, energi, pendidikan yang sekarang ini sedang digalakkan, kualitas SDM, hingga hilirisasi, membutuhkan skala pembiayaan yang jauh melampaui kemampuan dari fiskal kita," kata Juda Agung dalam acara Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurut Juda Agung, dari total kebutuhan investasi untuk pembangunan itu, APBN pemerintah hanya mampu mengakomodir pendanaan senilai Rp 459 triliun, dan BUMN termasuk BPI Danantara Rp 330 triliun.

Sebagian besar menurutnya akan bisa disediakan oleh sektor swasta dengan total nilai Rp 7.973 triliun, atau setara 91% dari total kebutuhan investasi untuk pembangunan itu.

"Sisanya harus berasal dari sumber pembiayaan swasta, yaitu Rp 7.973 triliun atau sekitar 91% berasal dari pembiayaan swasta apakah itu bank, pembiayaan lain, dan termasuk di sini adalah pasar modal," tegas Juda.

Untuk mencapai penyediaan dana dari sektor swasta itu, peran pasr modal ia sebut menjadi strategis sebagai sumber pembiayaan swasta. BEI kata Juda Agung adalah jembatan yang menghubugkan kebutuhan pembiayaan korporasi dengan dana masyarakat.

"Ia sumber pembiayaan yang efisien transparan dan berkeadilan, oleh sebab itu sering disebut equity market, karena berkeadilan antara pihak-pihak yang ada di dalam pasar modal," tuturnya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo ke Rakyat RI: Percaya, Sebentar Lagi Uang Kita Cukup!


Most Popular
Features