MARKET DATA

AHY Ungkap Rapat Dewas Danantara Sepakat Whoosh Diambil Alih Kemenkeu

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
06 August 2026 13:37
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai rapat dewan pengawas (Dewas) BPI Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)
Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai rapat dewan pengawas (Dewas) BPI Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan rapat dewan pengawas (Dewas) BPI Danantara salah satunya membahas perihal utang kereta cepat Whoosh. Rapat itu berlangsung hari ini, Kamis (6/8/2026) di Wisma Danantara.

AHY, yang merupakan anggota Dewas Danantara, membeberkan bahwa rapat itu secara umum membahas progres Danantara terhadap sejumlah proyek dan investasi yang akan dikawal tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

"Secara khusus saya tentu tertarik untuk juga mendorong agar Danantara bisa terus membantu pembangunan infrastruktur dan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia," ucapnya saat ditemui di Wisma Danantara, Kamis (6/7/2026).

AHY mengatakan bahwa dalam kesempatan itu, dirinya juga menanyakan perihal penyelesaian utang kereta cepat Whoosh. Ia mengaku ingin menyelesaikan urusan utang tersebut.

"Tadi saya juga bicara dan bertanya sekaligus bagaimana kita ingin menyelesaikan urusan kereta cepat, restrukturisasi keuangan dan sudah dijelaskan tadi oleh CEO maupun COO Danantara sudah duduk bareng kita semua," pungkas AHY.

Kereta Cepat Whoosh. (Dok. KCIC)Kereta Cepat Whoosh. (Dok. KCIC) Foto: Kereta Cepat Whoosh. (Dok. KCIC)

Ia mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut sudah disepakati keputusan yang akan diumumkan pada saatnya. Ia juga menyinggung bahwa Kementerian Keuangan sebelumnya sudah sepakat untuk mengambil alih utang kereta Whoosh.

"Waktu itu saya yang menjadi atau mengkoordinasikan antara pihak dan antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Keuangan tentunya," ujarnya.

"Dan sudah disepakati nanti pada saatnya akan seperti yang kemarin juga teman-teman sudah mendengarkan dari Menteri Keuangan akan mengambil alih dari apa yang telah dibicarakan selama ini terkait dengan restrukturisasi keuangan KCIC," bebernya.

Namun demikian, AHY enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai nilai pengambilalihan tersebut.

Selain membahas Whoosh, AHY mengungkapkan dirinya menanyakan kepada Danantara secara khusus terkait konsolidasi BUMN bidang pengelolaan kawasan industri, terutama kawasan industri strategis di Indonesia.

AHY mengatakan hal ini masih dalam semangat perampingan atau streamlining BUMN agar semakin efisien, tepat sasaran dan akan menghadirkan sebuah harapan baru bagi kawasan industri agar "hidup" dan punya daya saing serta kompetitif.

AHY berpendapat bahwa pengelolaan kawasan industri butuh dukungan infrastruktur guna menciptakan konektivitas.

"Kalau kita ingin punya daya tarik dibandingkan misalnya dengan negara-negara tetangga kita bisa dikatakan Vietnam yang begitu agresif sekarang, Thailand dan lain sebagainya, maka kawasan industri kita juga harus memiliki kesiapan secara infrastruktur kemudian juga bisa lebih kompetitif. Dan ini juga yang menjadi salah satu prioritas dari Danantara agar ini bisa semakin baik dikelolakan ke depan," pungkas AHY.

(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Tunda Pajak Toko Online hingga Ambil Alih Utang Kereta Cepat


Most Popular
Features