FOTO

Potret Petani Garam Bahagia Panen Berkarung-karung Rejeki El Nino

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 06/08/2026 14:35 WIB

El Nino menjadi berkah bagi petani garam Cirebon. Produksi melonjak tajam berkat musim kemarau panjang, meski sektor pertanian lain justru terdampak kekeringan.

1/9 Seorang petani memuat karung-karung garam di atas tanggul saat panen di tambak garam di Desa Pengarengan, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada 30 Juli 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Seorang petani mengangkut karung-karung garam di atas tanggul saat panen di tambak garam Desa Pengarengan, Cirebon, Jawa Barat. Di tengah dampak El Nino yang memicu cuaca lebih panas dan kering di Indonesia, petani garam justru menikmati peningkatan produksi berkat musim kemarau yang lebih panjang. Kondisi ini berbanding terbalik dengan petani tanaman pangan yang menghadapi ancaman kekeringan dan penurunan hasil panen. (REUTERS/Willy Kurniawan)

2/9 Seorang petani memuat karung-karung garam di atas tanggul saat panen di tambak garam di Desa Pengarengan, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada 30 Juli 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Indonesia saat ini menghadapi dampak El Nino yang semakin menguat. Pola iklim tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah Asia Tenggara mengalami kondisi lebih panas dan kering, sehingga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan, serta gagal panen. (REUTERS/Willy Kurniawan)

3/9 Seorang petani memuat karung-karung garam di atas tanggul saat panen di tambak garam di Desa Pengarengan, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada 30 Juli 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Pada Juli, lebih dari separuh wilayah musim di Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari perkiraan, sementara puncak kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus. Badan meteorologi juga memperingatkan El Nino diperkirakan berlanjut hingga awal 2027. (REUTERS/Willy Kurniawan)

4/9 Seorang petani memuat karung-karung garam di atas tanggul saat panen di tambak garam di Desa Pengarengan, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada 30 Juli 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Kondisi kering tersebut menguntungkan produksi garam yang sebagian besar masih mengandalkan metode tradisional, yakni menguapkan air laut di tambak pesisir selama musim kemarau. Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, para petani menghabiskan waktu berjam-jam mengeruk kristal garam dari dasar tambak sebelum dikumpulkan menjadi tumpukan untuk dipanen. Bahkan hujan ringan sekalipun dapat mengganggu proses penguapan dan menurunkan kualitas maupun jumlah produksi. (REUTERS/Willy Kurniawan)

5/9 Seorang petani memuat karung-karung garam di atas tanggul saat panen di tambak garam di Desa Pengarengan, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada 30 Juli 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan)

"Bagi kami, El Nino adalah berkah dan anugerah. Ini adalah sesuatu yang patut kita syukuri," kata Ketua Kelompok Petani Garam Cirebon, Dadang Darmawan (45), kepada Reuters. Menurutnya, para petani bahkan berharap El Nino datang setiap tahun karena mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan. (REUTERS/Willy Kurniawan)

6/9 Seorang petani memuat karung-karung garam di atas tanggul saat panen di tambak garam di Desa Pengarengan, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada 30 Juli 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Lonjakan produksi terlihat jelas pada musim ini. Pejabat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, mengatakan produksi garam di wilayah tersebut mencapai hampir 600 metrik ton sepanjang Juli, melonjak tajam dibandingkan hanya 25 hingga 30 ton pada periode yang sama tahun lalu. Dengan cuaca kering yang diperkirakan bertahan hingga Oktober, panen garam diprediksi semakin melimpah. (REUTERS/Willy Kurniawan)

7/9 Seorang petani memuat karung-karung garam di atas tanggul saat panen di tambak garam di Desa Pengarengan, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada 30 Juli 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Hamparan tambak garam seluas sekitar 1.400 hektare di Cirebon merupakan bagian dari 10 daerah sentra produksi garam di Indonesia. Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, para petani memanfaatkan kondisi tersebut untuk memaksimalkan hasil panen dan meningkatkan pendapatan. (REUTERS/Willy Kurniawan)

8/9 Seorang petani memuat karung-karung garam di atas tanggul saat panen di tambak garam di Desa Pengarengan, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada 30 Juli 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Keberhasilan petani garam berbanding terbalik dengan tantangan yang dihadapi petani tanaman pangan. Badan meteorologi telah mengimbau petani untuk menyesuaikan jadwal tanam dan aktivitas pertanian guna mengurangi dampak kekeringan. Sementara itu, lebih dari 5.000 titik panas terdeteksi di berbagai wilayah Indonesia hingga bulan lalu, meningkat tajam dibandingkan periode El Nino sebelumnya. (REUTERS/Willy Kurniawan)

9/9 Seorang petani memuat karung-karung garam di atas tanggul saat panen di tambak garam di Desa Pengarengan, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada 30 Juli 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Bagi Darminto (39), seorang petani garam di Cirebon, musim kemarau yang panjang menjadi harapan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. "Harapan saya adalah kondisi ini berlangsung lebih lama, supaya saya bisa mendapat lebih banyak uang, menyimpan cukup garam, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika musim garam berlangsung singkat, apa lagi yang bisa saya lakukan?" ujarnya. (REUTERS/Willy Kurniawan)