6 Photos
Gunung Bromo Kebakaran-Ditutup, Jatim Siaga Darurat Karhutla 180 Hari
Karhutla di Gunung Bromo meluas hingga 60 hektare. BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing dan menyiapkan modifikasi cuaca untuk mempercepat pemadaman.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, sejak Senin pukul 17.00 WIB. Hingga Rabu (5/8/2026) pukul 16.45 WIB, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 60 hektare yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)
Di Kabupaten Probolinggo, sekitar 10 hektare lahan terbakar di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Sementara itu, kebakaran yang lebih luas terjadi di kawasan Jantur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 50 hektare. (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Balai Besar TNBTS, Polisi Kehutanan, dan relawan dikerahkan untuk memadamkan api. Upaya dilakukan menggunakan mobil pemadam kebakaran, alat pemukul api (gepyok), sprayer, serta satu unit mobil tangki air yang disiapkan BPBD Provinsi Jawa Timur. (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)
Selain pemadaman dari darat, petugas memanfaatkan pesawat nirawak (drone) untuk memantau dan memetakan sebaran titik api. Pemetaan udara tersebut dilakukan guna memudahkan tim menentukan lokasi kebakaran dan mempercepat penanganan di medan yang sulit dijangkau. (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)
Berdasarkan perkembangan hingga Rabu, api di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, wilayah Desa Sariwani, berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB. Meski demikian, masih terdapat satu titik api yang belum dapat dipadamkan karena berada di lereng curam, sementara sisa titik api lainnya masih terpantau di sekitar perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)
Proses pemadaman terkendala kondisi medan Kaldera Bromo yang terjal serta tiupan angin kencang yang mempercepat penyebaran api. Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menginstruksikan dukungan operasi pemadaman dari udara. (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)
BNPB akan mengerahkan dua helikopter water bombing mulai Kamis (6/8) untuk menjangkau titik api yang tidak dapat diakses oleh tim darat. Selain itu, BNPB juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan dilaksanakan sesuai kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan. (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)
Sebagai langkah pengamanan, Balai Besar TNBTS menutup sementara sebagian kawasan wisata Gunung Bromo sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan mencakup akses masuk dari Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, termasuk melalui Pos Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026. Status tersebut berlaku selama 180 hari, terhitung sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026. (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)