Penduduk Miskin RI Turun, Tapi di Aceh, Bali-Papua Malah Naik

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Rabu, 05/08/2026 15:45 WIB
Foto: Penduduk bantaran kali Ciliwung (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah penduduk Indonesia secara nasional mengalami penurunan, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, di segelintir daerah, jumlah penduduk miskin malah mengalami kenaikan.

Berdasarkan data Survei Ekonomi Nasional (Susenas) BPS per Maret 2026, jumlah penduduk miskin nasional menjadi sebanyak 22,93 juta orang. Jumlah itu turun 430 ribu orang dibanding catatan sebelumnya pada September 2025 sebanyak 23,36 juta orang.


"Pada maret 2026 jmlah penduduk miskin 22,93 juta orang," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud saat konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Penurunan jumlah penduduk miskin secara nasional ini tak terlepas dari berbagai provinsi di Indonesia yang mampu menurunkan jumlah penduduk miskinnya per Maret 2026, dibanding posisi pendataan pada September 2025.

Namun, di sejumlah daerah justru naik, di antaranya Aceh yang jumlah penduduk miskinnya menjadi 713,78 ribu orang dari sebelumnya 703,33 ribu.

Lalu, jumlah penduduk miskin di Bali bertambah menjadi 162,01 ribu pada Maret 2026, dari sebelumnya pada September 2025 jumlahnya sebanyak 160,09 ribu orang.

Kenaikan jumlah penduduk miskin juga terjadi di Nusa Tenggara Timur menjadi sebanyak 1,037 juta dari sebelumnya 1,031 juta orang. Kalimantan Tengah naik menjadi 146,71 ribu orang dari sebelumnya 141,75 ribu orang.

Di Maluku Utara, jumlah penduduk miskin juga naik menjadi 77,85 ribu orang dari sebelumnya 74,81 ribu orang. Demikian juga di Papua menjadi 165,98 ribu dari 160,25 ribu orang, serta di Papua Tengah menjadi 321,28 ribu dari 309,86 ribu orang.

Adapun untuk jumlah penduduk miskin terbanyak berdasarkan provinsinya, masih ada di Jawa Timur sebanyak 3,71 juta orang, meski turun dari sebelumnya 3,80 juta orang.

Demikian juga di Jawa Barat menjadi 3,43 juta orang dari sebelumnya 3,55 juta orang, dan di Jawa Tengah menjadi 3,28 juta orang dari sebelumnya sebanyak 3,44 juta orang.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pemerintah Siapkan Jakarta dan Bali sebagai Lokasi PFII