Ekonomi Bali-Nusra Tumbuh 6,1% di Q2, Sukses Saingi Kinerja Nasional
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia triwulan II-2026 tumbuh sebesar 5,29% dibanding triwulan II-2025 (yoy).
Adapun dari data BPS, pada triwulan II-2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur dan kinerja ekonomi Indonesia dengan kontribusi sebesar 56,47% dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,65% (yoy).
"Pertumbuhan di Bali dan Nusa Tenggara dan Sulawesi di atas pertumbuhan nasional," kata M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Rabu (5/8/2026).
Pertumbuhan ekonomi Bali dan Nusa Tenggara mencapai 10,6%. Ini adalah pertumbuhan tertinggi di antara pulau-pulau di Indonesia. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pulau Jawa mencapai 5,65% dan Sulawesi mencapai 5,53% pada kuartal II-2026.
Lebih lanjur, capaian pertumbuhan 6,10% yoy di Bali-Nusra tersebut melesat signifikan apabila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu pada kuartal II/2025 yang hanya bertengger di angka 3,72% yoy.
Jika dibedah, sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 6,10% di wilayah Bali-Nusra tersebut utamanya disumbangkan oleh Provinsi Bali yang berkontribusi 2,77%, diikuti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan andil 2,21%, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan andil 1,12%.
Menurut BPS, terdapat tiga sektor yang menjadi sumber pertumbuhan utama bagi perekonomian di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, yaitu sektor Pertambangan, sektor Perdagangan, serta sektor Administrasi Pemerintahan.
(haa/haa)