10 Photos
Korea Panas! Cuaca Bak Neraka, Suhu Tembus 42,5 Derajat
Gelombang panas ekstrem melanda Semenanjung Korea. Suhu Korsel mencetak rekor 42,5°C, 14 orang tewas, sementara pemerintah memperluas langkah darurat.
Seorang pria menyeka keringat di kawasan Jjokbang Village, permukiman yang terdiri dari kamar-kamar berukuran sangat kecil, di Seoul, Korea Selatan (Korsel), Selasa (4/8/2026). Gelombang panas ekstrem yang melanda Semenanjung Korea membuat suhu terus meningkat di Korsel maupun Korea Utara (Korut). Pemerintah pun memperluas langkah-langkah darurat, sementara warga mencari perlindungan di ruang berpendingin, pantai, dan taman air untuk menghindari teriknya cuaca. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Badan cuaca Korsel pada Senin melaporkan bahwa gelombang panas yang sebelumnya terkonsentrasi di wilayah tenggara kini telah meluas ke kawasan metropolitan Seoul dan wilayah barat lainnya. Otoritas memperingatkan suhu di kawasan barat masih berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan, sehingga gelombang panas dan malam tropis diperkirakan akan terus berlanjut. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Dalam foto nampak seekor burung pipit bertengger di dekat "kabut air" yang menyejukkan. Di Korut, media pemerintah melaporkan suhu di beberapa wilayah mendekati 40 derajat Celcius. Ibu kota Pyongyang juga mengalami malam tropis selama lima hari berturut-turut, menandakan suhu tetap tinggi bahkan pada malam hari. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea yang dirilis pada Minggu menunjukkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia akibat dampak cuaca panas sejak pertengahan Mei. Selain itu, sebanyak 1.889 orang dilaporkan mengalami penyakit yang berkaitan dengan paparan suhu ekstrem. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Badan Meteorologi Korea (KMA) mencatat Kota Yangsan di bagian tenggara mencapai suhu 42,5 derajat Celcius pada Minggu. Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat dalam 122 tahun pengamatan cuaca di Korsel. Yangsan juga telah memecahkan rekor suhu nasional dalam dua hari sebelumnya. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Menanggapi kondisi tersebut, Perdana Menteri (PM) Han Seong-sook memerintahkan kementerian dan pemerintah daerah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mengantisipasi dampak gelombang panas dan kekeringan. Pemerintah juga menaikkan status tanggap darurat gelombang panas ke tingkat tertinggi kedua, sehingga pendanaan bantuan dapat segera disalurkan dan inspeksi di wilayah terdampak diperbanyak. (REUTERS/Kim Hong-Ji)