Hasil Pertemuan Prabowo dan PM Thailand: Target Dagang Naik Rp359 T

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 03/08/2026 22:17 WIB
Foto: (REUTERS/Willy Kurniawan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Senin (3/8/2026). Dalam pertemuan itu ada dua nota kesepahaman yang ditandatangani, serta beberapa hal yang disepakati dua negara.

Prabowo mengatakan bahwa ini merupakan kunjungan resmi pertama Perdana Menteri Thailand ke Indonesia setelah 15 tahun. Kedua negara juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang politik, keamanan, hingga ekonomi.

Dalam kesempatan itu ada dua nota kesepahaman yang diteken. yaitu : Roadmap of Strategic Partnership between Indonesia dan Thailand 2026 - 2030 antara Menteri Luar Negeri dengan Wakil Menteri Perdana Menteri serta Menteri Luar Negeri Kerajaan Thailand Sihasak Phuangketkeow.


Termasuk, MoU bidang pendidikan antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Kerajaan Thailand Prasert Jantararuangtong.

"Pertemuan hari ini juga menghasilkan sejumlah capaian konkret yaitu: Adopsi roadmap kemitraan strategis Indonesia dan Thailand 2026-2030 sebagai panduan bersama untuk memperkuat kerja sama bilateral ke depan. Kedua, MOU di bidang pendidikan untuk mempererat kerja sama pengembangan sumber daya manusia kedua negara," kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga mengatakan adanya komitmen kerja sama di bidang investasi dari sektor swasta yaitu MoU antara Tourism Authority of Thailand dan TransNusa di bidang pariwisata, dan MoU antara Bio-Accel dan ProConsilium terkait proyek pengolahan sampah organik.

Kerja Sama Politik dan Keamanan Trans-Nasional

Prabowo mengatakan kedua negara sepakat untuk mempererat kerja sama bidang politik keamanan, khususnya dalam berbagai bentuk kejahatan trans-nasional termasuk dalam penanganan penipuan online.

Dia juga mengapresiasi pemerintahan Thailand atas pemulangan atau repatriasi 1.000 WNI yang terindikasi korban penipuan online.

Prabowo mengatakan ini merupakan bantuan yang sangat berarti dan membuktukan hubungan antar dua negara. "Sekali lagi, yang mulia atas nama bangsa dan rakyat Indonesia saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya," katanya.

Untuk itu kedua negara sepakat untuk mempererat kerja sama politik dan keamanan, khususnya penanganan dalam kejahatan trans-nasional, termasuk penipuan online.

Selain itu juga dalam hal kerja sama pertukaran informasi dan intelijen, kerja sama investigasi bersama, pelacakan aliran keuangan, serta koordinasi penegakan hukum untuk membokar jaringan kejahatan trans-nasional. Indonesia dan Thailand juga akan terus mengoptimalkan penguatan kerja sama bidang pertahanan dan keamanan melalui Indonesia - Thailand High Level Committee dan Indonesia - Thailand Security Dialogue.

"Kami juga mendukung pengembangan Trans-nasional Referal Mechanism (TRM) sebagai sebuah terobosan untuk mempercepat perlindungan, identifikasi, dan pemulangan korban kejahatan trans-nasional secara aman dan bermartabat," katanya.

Kerja Sama Ekonomi - Nilai Perdagangan Naik Jadi US$ 20 Miliar di 2030

Dalam pertemuan itu Prabowo juga mengatakan adanya Roadmap of Strategic Partnership between Indonesia dan Thailand 2026 - 2030, maka kedua negara optimis adanya peningkatan perdagangan.

"Kami optimis target perdagangan sebesar US$20 miliar atau setara Rp359,42 triliun (Rp17.971/US$) pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," katanya.

Prabowo juga mengatakan kedua negara sepakat untuk memperluas investasi, peningkatan akses pasar, hingga mempererat kemitraan antar pelaku usaha. Salah satu caranya dengan penyelenggaraan Joint Trade Commission untuk membahas peluang bisnis dan mengatasi berbagai hambatan perdagangan.

"Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan terkait teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan hingga ketahanan rantai pasok," katanya.

Penyelenggaran Energy Forum hingga Industri Halal

Lebih lanjut, kedua negara juga sepakat untuk mendorong penyelenggaraan Indonesia - Thailand Energy Forum untuk penguatan ketahanan energi dan akselerasi transisi menuju energi berkelanjutan, melalui kolaborasi pemerintah dan dunai usaha.

Di bidang ekonomi digital, Indonesia dan Thailand juga berkomitmen memperkuat kerja sama, termasuk pemanfaatan local currency transaction.

Prabowo juga mengatakan Indonesia - Thailand akan saling mendukung dalam pembangunan rantai nilai industri halal regional dan global. Selain itu juga adanya pembukaan rute penerbangan baru dari Jakarta - Bangkok dan Denpasar - Phuket.

Sikap Soal Konflik Myanmar

Ketua Umum Partai Gerindra juga mengatakan kedua negara sepakat mendorong implementasi five point consensus melalui dialig yang iklusif, penghentian kekerasn, hingga peningkatan akses kemanusiaan.

"Indonesia dan Thailand akan terus bekerja sama mendorong ASEAN untuk memainkan peran yang konstruktif dalam mendukung terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Myanmar.

Dalma pertemuan itu kedua kepala negara juga bertukar pandangan terkait konflik di Timur Tengah. Mereka sepakat pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog diplomasi serta penghormatan kepada hukum internasional.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: PM Thailand Berkunjung ke Indonesia, Perdana Sejak 15 Tahun