Bos Kendaraan Niaga Ungkap Profesi Ini Paling Dicari, Posisi Kunci

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 03/08/2026 18:15 WIB
Foto: (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah meningkatnya kebutuhan angkutan logistik di Indonesia, industri kendaraan niaga menghadapi tantangan baru yang tak kalah penting dari penjualan kendaraan, yakni ketersediaan mekanik yang kompeten. Seiring berkembangnya teknologi truk dan bus, perusahaan kini semakin membutuhkan tenaga teknis yang mampu menangani perawatan dan perbaikan sesuai standar pabrikan.

Kebutuhan tersebut terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah armada yang beroperasi.

Namun, dunia industri masih menghadapi kesenjangan antara kebutuhan mekanik dengan lulusan yang siap langsung bekerja, terutama karena perkembangan teknologi kendaraan niaga berlangsung lebih cepat dibandingkan proses pembelajaran di sekolah.


Hino Academy & Costumer Center Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia Pieter Andre mengatakan mekanik kini menjadi salah satu posisi paling penting dalam bisnis kendaraan niaga karena berperan menjaga armada pelanggan tetap beroperasi.

"Kalau kita lihat, Hino memiliki unit yang beroperasi dengan umur di atas 10 tahun lebih dari 340.000 unit. Ini menjadi tantangan karena dibutuhkan banyak mekanik untuk melakukan perawatan, perbaikan hingga overhaul. Mekanik menjadi posisi kunci yang harus kita siapkan supaya memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, jadi kebutuhannya tinggi," ujar Pieter di GIIAS, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, tantangan bukan hanya memenuhi jumlah tenaga kerja, tetapi juga memastikan mekanik memiliki kemampuan menangani teknologi terbaru. Sebab, kendaraan niaga saat ini telah menggunakan berbagai sistem yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.

"Perkembangan teknologi kadang lebih dulu dibandingkan pendidikan. Di SMK umumnya masih berfokus pada teknologi kendaraan ringan, sedangkan industri membutuhkan kompetensi kendaraan niaga, teknologi diesel, Euro 4, sensor hingga sistem elektronik. Di situlah muncul gap yang harus diperkecil," katanya.

Untuk mengurangi kesenjangan tersebut, Hino menjalankan program Hino Indonesia Partnership School (HIPS) di delapan SMK. Program tersebut mencakup penyelarasan kurikulum, pelatihan guru, penyediaan media praktik, hingga kesempatan magang agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.

Pieter mengatakan program itu juga akan terus diperluas karena kebutuhan mekanik diperkirakan terus meningkat mengikuti pertumbuhan bisnis layanan purna jual Hino di berbagai daerah.

"Sekarang mekanik di jaringan Hino sudah lebih dari 2.000 orang. Sebelum Covid jumlahnya sekitar 800 mekanik. Ke depan kebutuhan ini akan terus bertambah karena armada yang beroperasi juga semakin banyak. Delapan SMK yang ada saat ini tentu belum cukup dan akan terus kami kembangkan," ujarnya.


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Vinfast Gandeng Danamon Dukung Pembiayaan Jaringan Dealer