01:57
Video: KSP Dudung Buka-bukaan Soal Polemik Logam Tanah Jarang
Jakarta, CNBC Indonesia- Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman menyebutkan logam tanah jarang menjadi pembicaraan hangat di tengah kasus tambang timah yang mengandung tanah jarang atau rare earth.
Menghadapi polemik ini, KSP telah memanggil stakeholder terkait mulai dari pelaku usaha, Bea cukai, Pemerintah Daerah termasuk Satgas dan Mabes TNI guna memberi kepastian terkait ekspor mineral yang mengandung logam tanah jarang. Selanjutnya KSP Bersama Kementerian/Lembaga terkait tata Kelola sektor mineral untuk mencari solusi terkait logam tanah jarang karena memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi
Saat ini aturan larangan ekspor logam tanah jarang belum ada namun guna memberikan kepastian tata Kelola minerba telah ada kesepakatan terkait ekspor mineral namun tetap menjaga potensi cadangan 350 ribu ton Rare Earth Oxides (REO) dalam negeri agar tidak mengalir ke luar.
Seperti apa peran KSP mendorong tata Kelola logam tanah RI? Selengkapnya simak ulasan Shafinaz Nachiar dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 03/08/2026)