Bos ALVA Pede Jualan Laku Keras Sampai Naik 100%, Sorot Efek Harga BBM

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 03/08/2026 15:30 WIB
Foto: PT. Ilectra Motor Group (IMG), selaku perusahaan yang menghadirkan lifestyle mobility solution melalui merek motor listrik ALVA. (Dok.Alva)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen motor listrik Alva mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan dalam setahun terakhir. Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), perusahaan juga melihat minat masyarakat terhadap motor listrik ikut meningkat meski bukan menjadi satu-satunya faktor pendorong.

CEO Alva Purbaja Pantja mengatakan penjualan Alva sepanjang 2025 meningkat lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren tersebut membuat perusahaan memasang target yang lebih agresif pada tahun ini dengan membidik penjualan lebih dari dua kali lipat.

"Kita kalau dilihat 2024 ke 2025 kita ada kenaikan lebih dari 50% secara volume. Jadi target kami sebenarnya di tahun ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun ini kita berharap bisa mencapai volume yang jumlahnya lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu," kata Purbaja dalam diskusi dengan media di Tangerang, Senin (3/8/26)


Optimisme tersebut tidak hanya ditopang oleh pertumbuhan pasar kendaraan listrik, tetapi juga oleh perubahan perilaku konsumen. Alva menilai semakin banyak masyarakat mulai menghitung efisiensi biaya penggunaan kendaraan ketika harga BBM mengalami kenaikan.

Menurut Purbaja, kenaikan harga BBM memang memberikan efek terhadap perhatian masyarakat terhadap motor listrik. Namun, perusahaan sejak awal memang sudah menyiapkan target pertumbuhan yang lebih tinggi sehingga peningkatan penjualan tidak semata-mata dipicu oleh kondisi tersebut.

"Kalau kita cerita secara spesifik mengenai BBM, dampaknya memang ada. Pada saat ada pembicaraan mengenai harga BBM dan akhirnya BBM non-pertalite mengalami perubahan, sepertinya itu juga memberikan perhatian lebih kepada industri motor listrik. Jadi kalau dibilang ada lonjakan mungkin ada, tapi secara keseluruhan dari awal tahun kami memang sudah mencanangkan target penjualan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.

Meski demikian, Alva mengaku belum menghitung secara khusus berapa besar kontribusi kenaikan harga BBM terhadap peningkatan penjualan. Perusahaan lebih melihat tren penjualan bulanan yang terus menunjukkan perbaikan dibandingkan melakukan pemisahan faktor-faktor penyebabnya.

"Kita belum menghitung secara spesifik karena kita juga tidak melihat seperti apa dalam hal kenaikannya. Tapi kalau dilihat dari perkembangan penjualan per bulannya kelihatannya memang ada peningkatan," kata Purbaja.

Di sisi lain, Alva meyakini pertumbuhan pasar motor listrik juga didorong oleh edukasi yang semakin luas kepada masyarakat, bertambahnya pilihan produk dengan harga yang lebih terjangkau, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang membuat penggunaan motor listrik semakin praktis sebagai kendaraan harian.

"Jadi tiga hal itu. Satu edukasi, kedua motor dengan harga dan level yang berbeda-beda, ketiga pengembangan ekosistem yang memastikan bahwa motor ini memang bisa dipakai sebagai transportasi utama. Di situlah nanti penghematan biaya penggunaan akan benar-benar dirasakan oleh pengguna motor listrik," ujar Purbaja.

(Dua dari kiri) CEO Alva Purbaja Panja dalam diskusi dengan media di Tangerang, Senin (3/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: (Dua dari kiri) CEO Alva Purbaja Panja dalam diskusi dengan media di Tangerang, Senin (3/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kemenperin Ungkap Penjualan Kendaraan Listrik Melesat 69,4%