Internasional

Rudal Rusia Meledak di Gerbang NATO, Aliansi Kerahkan Jet Tempur

tfa, CNBC Indonesia
Jumat, 31/07/2026 09:27 WIB
Foto: Jet F-35 Angkatan Udara AS dan jet F-16 Angkatan Udara Polandia berpartisipasi dalam parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata, dirayakan setiap tahun pada tanggal 15 Agustus untuk memperingati kemenangan Polandia atas Tentara Merah Uni Soviet pada tahun 1920, di Warsawa, Polandia, 15 Agustus , 2023. (REUTERS/KACPER PEMPEL)

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangkaian pelanggaran wilayah udara NATO kembali memicu kekhawatiran eskalasi perang Rusia-Ukraina. Ketegangan meningkat setelah rudal Rusia memasuki wilayah udara Polandia dan meledak di Desa Tarnawa-Kolonia pada Kamis pagi waktu setempat, sehingga aliansi militer NATO mengerahkan jet tempur.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan Polandia bersama NATO langsung mengaktifkan sistem pertahanan udara dan darat sesaat setelah rudal tersebut terdeteksi.

"Polandia dan NATO mengaktifkan pertahanan udara dan darat mereka. Insiden ini merupakan tindakan sembrono lainnya oleh Rusia dan konsekuensi berbahaya dari perangnya melawan Ukraina," ujar Rutte melalui media sosial, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (31/7/2026).


Rudal tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan rudal balistik dan drone Rusia ke Ukraina pada malam sebelumnya. Serangan itu dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan warga sipil, termasuk anak-anak, serta melukai lebih dari 50 orang.

Sebagai respons atas ancaman itu, NATO mengerahkan jet tempur F-16, pesawat pengisian bahan bakar di udara, dan pesawat peringatan dini untuk memantau situasi. Juru bicara NATO menegaskan aliansi akan terus mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah anggotanya.

Pemerintah Polandia menyatakan ledakan rudal tersebut membentuk kawah besar di Tarnawa-Kolonia. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan, insiden itu memperbesar kekhawatiran bahwa konflik yang telah berlangsung selama empat tahun berpotensi meluas ke wilayah negara-negara anggota NATO.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk langsung mengunjungi lokasi kejadian. Menurutnya, seluruh indikasi mengarah pada kesimpulan bahwa proyektil tersebut merupakan rudal milik Rusia. Pernyataan itu semakin memperkuat tudingan terhadap Moskow atas insiden tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut rudal yang melanggar wilayah udara NATO merupakan rudal jelajah Kh-101 buatan Rusia.

"Ini adalah demonstrasi jelas lainnya bahwa memperkuat pertahanan udara Ukraina sekarang sangat mendesak dan menjadi jaminan bagi perlindungan seluruh komunitas Euro-Atlantik," kata Sybiha melalui akun X.

Insiden rudal maupun drone yang memasuki wilayah negara-negara NATO semakin sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Rumania, misalnya, berulang kali melaporkan drone Rusia memasuki wilayah udaranya. Bahkan awal pekan ini, pemerintah di Bucharest memanggil Duta Besar Rusia untuk memprotes pelanggaran wilayah udara yang terus berulang.

Kasus serupa juga pernah terjadi di Estonia dan Latvia pada Mei lalu ketika drone dari Rusia memasuki wilayah udara kedua negara tersebut. Polandia sendiri telah memperkuat sistem pertahanan udaranya sejak tahun lalu dan secara rutin mendeteksi pelanggaran wilayah udara oleh rudal maupun drone Rusia.

Meningkatnya ancaman tersebut turut mendorong Uni Eropa membahas pembangunan sistem pertahanan terpadu berupa "dinding drone" di kawasan timur Eropa. Langkah itu dipandang sebagai upaya memperkuat perlindungan wilayah NATO dan Uni Eropa di tengah meningkatnya risiko meluasnya perang Rusia-Ukraina.


(tfa/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: NATO Pamerkan Kesepakatan Senjata Besar di Saat Trump Kecewa