MARKET DATA

Prabowo Rapat dengan Pjs Gubernur BI, KSSK dan Danantara, Ini Hasilnya

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
27 July 2026 19:37
Pjs Gubernur BI Destry Damayanti konpres di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/7/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Istana Negara, Senin (27/7/2026). Dalam pertemuan itu, membahas mengenai koordinasi antar lembaga KSSK dengan Danantara untuk menjaga sistem keuangan.

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, Prabowo memberikan arahan agar seluruh anggota KSSK terus meningkatkan kerja sama dalam merumuskan dan menjalankan berbagai kebijakan yang saling berkaitan.

"Tadi kami membahas arahan dari Pak Presiden juga bahwa kami yang diundang ini KSSK ya. KSSK plus ada Danantara. Jadi intinya adalah ke depan bagaimana KSSK terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama, khususnya terkait kebijakan-kebijakan di mana masing-masing kita memiliki kebijakan yang harus dikoordinasikan," kata Destry usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan.

Dari rapat yang berlangsung 2 jam itu, disebut bahwa koordinasi itu melibatkan seluruh anggota KSSK seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan, serta Kementerian Keuangan. Selain itu Danantara juga turut dilibatkan dalam pembahasan.

Ia menegaskan dari seluruh anggota KSSK akan mendukung pemerintah sesuai dengan arah kebijakan dan target yang telah ditetapkan.

"KSSK juga men-support pemerintah sesuai dengan arah kebijakan yang memang sudah menjadi garis dari pemerintah. Jadi intinya tadi seperti itu, peningkatan dari masing-masing, Bank Indonesia apa yang bisa dilakukan, dari OJK, dari LPS, dan kemudian juga dari Kementerian Keuangan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Destry juga menjelaskan bahwa rapat tersebut tidak membahas calon pengganti Gubernur BI setelah Perry Warjiyo menyatakan mundur dari jabatannya.

Ia menegaskan proses pengisian jabatan Gubernur BI akan mengikuti mekanisme yang telah diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

"Belum, karena tadi kita mengikuti saja aturan yang berlaku. Jadi kalau memang Gubernur Bank Indonesia mengundurkan diri secara sukarela, maka kembali kepada peraturan dalam Undang-Undang Bank Indonesia," kata Destry.

Menurutnya, tahapan berikutnya adalah pembukaan proses pencalonan anggota Dewan Gubernur BI. Nama calon kemudian akan dipilih dan ditetapkan oleh Presiden dengan persetujuan DPR.

Dalam kesempatan yang terpisah, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa dalam rapat terkait dengan koordinasi, khususnya pelibatan Danantara dalam setiap pengambilan keputusan di KSSK.

Supaya dalam pengambilan keputusan tidak hanya mempertimbangkan dari sisi fiskal dan moneter, namun ada dampak langsung terhadap perekonomian.

"Ya koordinasinya nanti... nanti ini KSSK ini diminta juga untuk melibatkan Danantara dalam pengambilan setiap keputusannya, supaya mempunyai dampak juga langsung ke perekonomian dan usaha tidak hanya dari sisi fiskal dan moneter saja. Jadi lebih ke whole ecosystem-nya. Jadi arahannya adalah KSSK plus, plus Danantara," kata Rosan Roeslani, usai rapat.

Rosan juga membenarkan bahwa nantinya setiap bulan, Danantara akan mengikuti rapat yang dilakukan KSSK. Sedangkan hari ini merupakan pertama kalinya Danantara ikut dalam rapat bersama KSSK.

Seperti diketahui dalam rapat itu juga dihadiri, Deputi BI Thomas Djiwandono, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, COO Danantara Dony Oskaria.

Sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikabarkan juga ikut dalam rapat.

(emy/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Aturan Ekspor Batu Bara Cs Lewat BUMN DSI Resmi Dirilis, Ini Isinya


Most Popular
Features