Miris! 52.000 Ha Mangrove RI Rusak Tiap Tahun, Trenggono Bilang Begini

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 27/07/2026 18:10 WIB
Foto: (Dok. Biro Humas KKP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, Indonesia telah kehilangan sekitar 40% ekosistem mangrove dalam tiga dekade terakhir. Laju kerusakannya mencapai sekitar 52 ribu hektare (ha) per tahun, sementara sekitar 19,26% mangrove yang tersisa kini berada dalam kondisi kritis.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai, kerusakan mangrove menjadi tantangan serius karena ekosistem tersebut berperan penting sebagai pelindung pesisir, habitat berbagai biota, penopang produktivitas perikanan, mata pencaharian masyarakat, hingga penyerap emisi karbon.

Karena itu, rehabilitasi mangrove dinilai menjadi salah satu kunci menjaga produktivitas sektor perikanan dan ketahanan pangan.


"Rehabilitasi mangrove tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman semata, tetapi harus dilakukan berbasis kesesuaian ekologis, agar fungsi ekosistem benar-benar pulih," kata Trenggono dalam keterangannya, dikutip Senin (27/7/2026).

Ia mengatakan, keberhasilan pemulihan mangrove bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui kebijakan terpadu, pemanfaatan sains, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan pendanaan, pengawasan, dan edukasi publik.

KKP juga menjadikan perluasan kawasan konservasi laut sebagai salah satu prioritas. Kawasan konservasi yang mencakup mangrove, padang lamun, dan terumbu karang ditargetkan mencapai luas 97,5 juta hektare pada 2045 untuk menjaga produktivitas perikanan tangkap nasional.

Selain itu, KKP juga memadukan kegiatan restorasi mangrove dengan pengembangan kawasan budidaya perikanan melalui program revitalisasi tambak kurang produktif di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa tahap pertama seluas 14 ribu hektare.

Program tersebut ditujukan untuk memperbaiki ekosistem pesisir, menyerap tenaga kerja, sekaligus meningkatkan produksi perikanan guna memperkuat ketahanan pangan.

Trenggono mengatakan, langkah tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan pangan dan protein dunia. Populasi global diproyeksikan mencapai 9,66 miliar jiwa pada 2050, termasuk 320,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

"Dalam konteks ini, Indonesia berperan strategis sebagai salah satu produsen perikanan utama. Dengan potensi sumber daya kelautan yang besar, termasuk 23% ekosistem mangrove dunia yang menopang produktivitas perikanan dan ketahanan pangan," jelasnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam acara konservasi pesisir di Pantai Utara (Pantura), Senin (27/7/2026). (Dok. Biro Humas KKP) Foto: (Dok. Biro Humas KKP)


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Peran Lemhannas Perkuat Ketahanan Pangan & Energi Nasional