Prabowo Panggil Rosan Cs, Rapat Soal Pemangkasan BUMN-Industri Kapal

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 27/07/2026 15:38 WIB
Foto: CEO Danantara, Rosan Roeslani saat menyampaikan keterangan kepada media di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan hasil rapat yang dilakukan bersama Prabowo Subianto, di Istana Negara, Senin (27/7/2026). Rapat yang dimulai siang ini, membahas mengenai pemangkasan jumlah BUMN hingga industri perkapalan.

Rapat dihadiri juga Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, COO Danantara Dony Oskaria, CTO Danantara Sigit Puji Santosa.


"Update beberapa hal berhubungan dengan Danantara. Diantaranya kita update streamlining dari perusahaan BUMN yang pokoknya akhir bulan ini streamlining (penyederhanaan), kan sudah 250 (perusahaan), bahkan bisa mungkin lebih dari 250 perusahaan," tutur Rosan, usai rapat.

Dalam rapat juga dibahas mengenai penggabungan beberapa perusahaan plat merah di sektor perbankan, finansial, logistik, rumah sakit, hingga perhotelan.

"Seperti penggabungan aset management di perbankan, di bidang finansial, PNM gitu juga kita lakukan, kemudian di bidang logistik, kemudian penggabungan di bidang apa diakseleerasi lebih lanjut untuk yang rumah sakit dan perhotelan," tuturnya.

Dari rapat juga dibahas rencana mengadakan Danantara Housing, atau program pembelian hunian miliki perusahaan plat merah yang mendapatkan bunga rendah.

"Kemudian juga rencana kita akan melakukan... kan ada beberapa pembangunan sifatnya apartemen atau rumah yang selama ini belum... sudah dibangun oleh BUMN tapi belum bisa terjual, kita akan mengadakan Danantara Housing untuk itu bisa dibeli oleh masyarakat dengan suku bunga yang lebih menarik dan juga dengan cara pembayaran yang lebih baik," katanya.

Terkait industri perkapalan, menurut Rosan, presiden meminta adanya pengembangan armada untuk kapal logistik Indonesia. Melihat banyaknya pengiriman barang menggunakan kapal berbendera asing.

"Yang di mana sekarang dilihat oleh Bapak Presiden, pengiriman barang-barang itu 95% berbendera asing. Bagaimana supaya ini ke depannya juga supaya bisa berbendera Indonesia, dan diminta rencana pengembangannya itu seperti apa," katanya.


(emy/mij) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: S&P Global Ratings:Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN