833 Dapur MBG Diam-Diam Sudah Ditutup, Sudaryono Ungkap Biang Keroknya

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Senin, 27/07/2026 14:22 WIB
Foto: Suasana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional telah menutup secara permanen 833 dapur hingga Senin (27/7/2026) dalam program Maka Bergizi Gratis. Hal ini diungkap langsung oleh Kepala BGN Sudaryono.

Secara rinci Sudaryono mengungkapkan dapur yang ditutup tersebut terdiri dari 98 dapur di wilayah I Sumatra, 311 dapur di wilayah II Jawa dan Madura, dan wilayah III sebanyak 424 dapur. Dia menegaskan bahwa dapur MBG yang ditutup permanen tersebut tidak akan dibayar oleh pemerintah.

"Dapur yang di-suspend secara permanen ini itu bukan kayak yang lalu misalnya, dulu kan di-suspend tapi tetap dibayar. Kalau ini sudah suspend, tutup, enggak dibayar. Ini betul-betul adalah *suspend* karena pelanggaran," katanya saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026).


Ada beberapa alasan yang menyebabkan dapur-dapur tersebut ditutup. Sudaryono menekankan alasan utamanya adalah persoalan higienis.

Sidak perdana Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono ke sejumlah dapur SPPG di Bogor, Jumat (24/7/2026). (Dok. Biro Humas BGN) Foto: (Dok. Biro Humas BGN)

"Jadi dapur di suspend terkait higienis., keracunan, kualitas tidak memenuhi standar dan tidak baik," ujarnya.

Di sisi lain, Sudaryono tetap memastikan penerima manfaat dari dapur yang ditutup permanen akan tetap mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur-dapur MBG sekitar.

"Jadi intinya semua menunya tersaji dengan baik, dimakan dengan baik, dan perputaran ekonomi jalan. Jadi kita ingin everybody happy lah. Kita pastikan, usahakan (penerima manfaat dari dapur yang ditutup) bisa dicover," imbuhnya.


(ras/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kepala BGN Sudaryono Pastikan Tak Punya Dapur MBG