MARKET DATA

Punya Potensi Panas Bumi Berlimpah, Sulawesi Bisa Jadi Provinsi Hijau

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
27 July 2026 14:25
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 di Muara Enim, Sumatera Selatan, milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mulai dibangun. Pembangkit "hijau" ini ditargetkan rampung pada Desember 2024 mendatang. (CNBC Indonesia/E
Foto: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 di Muara Enim, Sumatera Selatan, milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mulai dibangun. Pembangkit

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menilai Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi green province dengan energi panas bumi sebagai penopang utama ekosistem industri hijau, khususnya pusat data (data center).

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi mengatakan, kajian yang dilakukan perusahaan bersama Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO) menunjukkan Sulawesi Utara telah didukung jaringan kabel bawah laut (subsea cable) yang terhubung ke pasar global.

"Lahendong ini menarik, hasil dari kajian kami dengan Asosiasi Data Center Indonesia itu sudah ada subsea cable yang ada di Sulawesi Utara. Jadi kami lagi melihat bagaimana Indonesia atau khususnya Sulawesi, North Sulawesi ini bisa menjadi Green Province di mana panas bumi menjadi penopang utamanya. Dan industri-nya apa? Ya data center itu," kata dia dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, dikutip Senin (27/7/2026).

Menurut dia, keberadaan jaringan kabel bawah laut tersebut membuka peluang pengembangan industri pusat data berbasis energi bersih di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi dari IDPRO, jaringan tersebut telah tersambung hingga Guam dan Amerika Serikat sehingga akses ke pasar global telah tersedia.

"Artinya apa? Market global itu sudah terbentuk," ujarnya.

Edwil menilai tren ekspansi pusat data oleh perusahaan teknologi global, seperti Amazon dan NVIDIA, menunjukkan besarnya peluang pengembangan industri green data center.

Oleh sebab itu, pihaknya melihat Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat pengembangan green data center berbasis energi panas bumi dan berkomitmen mendukung terwujudnya ekosistem tersebut.

"Di sisi lain kita menyadari, mungkin kalau kita baca berita tiba-tiba data center milik Amazon di Bom, di Middle East. Tiba-tiba NVIDIA data centernya di Bom. Jadi ini yang kami lihat bahwa potensi itu ada ke arah sana dan kami PGE ingin berperan di dalam pengembangan ekosistem green data center di Indonesia," ujarnya.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos PGE Beberkan Proyek Baru PLTP Segera Meluncur


Most Popular
Features