Transisi Kepemimpinan BI

Ini Syarat Investor Percaya RI-Rupiah Stabil Usai Perry Warjiyo Mundur

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 27/07/2026 14:05 WIB
Foto: Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI) harus berjalan dengan baik, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur BI.

Menurut dunia usaha, kepastian proses transisi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan kesinambungan kebijakan moneter.

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, dunia usaha menghormati keputusan yang telah disampaikan terkait pengunduran diri Gubernur BI. Namun, di tengah proses tersebut, yang paling dibutuhkan adalah terjaganya kesinambungan kebijakan (policy continuity), kredibilitas institusi, dan independensi bank sentral.


"Dunia usaha menghormati keputusan yang telah disampaikan dan berpandangan bahwa proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia perlu dijalankan secara baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan" kata Shinta kepada CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026).

Kata Shinta, pengunduran diri Gubernur BI di tengah masa jabatan secara alami akan menjadi perhatian pelaku pasar. Menurutnya, pasar akan melakukan penilaian ulang terhadap prospek kebijakan moneter, arah suku bunga, stabilitas nilai tukar, hingga kesinambungan komunikasi kebijakan ke depan.

"Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar umumnya akan melakukan re-assessment terhadap prospek kebijakan moneter, arah suku bunga, stabilitas nilai tukar, serta kesinambungan komunikasi kebijakan ke depan. Oleh karena itu, faktor yang paling menentukan adalah seberapa cepat kepastian mengenai proses transisi dan arah kebijakan dapat diberikan kepada pasar," ucap dia.

Menurut Shinta, kepastian arah kebijakan moneter menjadi hal yang sangat penting bagi dunia usaha yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dinamika perdagangan internasional, volatilitas nilai tukar, hingga tingginya biaya pembiayaan.

"Dunia usaha berharap proses transisi kepemimpinan di BI tetap dapat memberikan sinyal yang kuat, bahwa mandat utama dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, serta menjaga stabilitas sistem keuangan tetap menjadi prioritas," ujarnya.

Di tengah dinamika ekonomi global, lanjut Shinta, ruang kebijakan (policy space) bank sentral juga semakin menantang karena harus mampu menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Dari perspektif dunia usaha, keseimbangan tersebut menjadi sangat penting agar stabilitas makroekonomi tetap berjalan seiring dengan terpeliharanya iklim investasi, keberlanjutan pembiayaan, dan aktivitas sektor riil," kata Shinta.

Transisi Kepimpinan Bank Indonesia dan Efeknya

Shinta juga menilai dampak jangka pendek dari pengunduran diri Gubernur BI lebih banyak berupa meningkatnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan ke depan dibandingkan perubahan fundamental pada kegiatan industri.

"Apabila transisi berjalan dengan baik dan komunikasi kebijakan tetap jelas, kredibel, and terprediksi, maka volatilitas pasar dapat diminimalkan dan kepercayaan investor tetap terjaga. Sebaliknya, ketidakpastian yang berlangsung terlalu lama berpotensi mempengaruhi sentimen pasar, nilai tukar, biaya pendanaan, serta keputusan investasi," jelasnya.

Ia menambahkan, bagi sektor riil, stabilitas makro ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjalankan kegiatan usaha. Karena itu, dunia usaha berharap penunjukan pimpinan definitif Bank Indonesia dapat segera memberikan kepastian.

"Dunia usaha membutuhkan inflasi yang terkendali, nilai tukar yang relatif stabil, biaya pendanaan yang terjaga, serta kepastian arah kebijakan agar perusahaan dapat mengambil keputusan investasi dan ekspansi dengan tingkat keyakinan yang memadai," tutur Shinta.

"Oleh karena itu, Apindo berharap proses penunjukan kepemimpinan definitif Bank Indonesia dapat memberikan kepastian, sekaligus memperkuat kepercayaan bahwa kerangka kebijakan moneter Indonesia akan tetap dijalankan secara prudent, independent, dan forward-looking," pungkasnya.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Terima Pengunduran Diri Gubernur BI, Perry Warjiyo