PGE Sudah Operasikan 727 Mega Watt Pembangkit Listrik Panas Bumi
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan total kapasitas terpasang mencapai 727 Mega Watt (MW). Perusahaan mencatat, kapasitas terpasang PLTP yang dioperasikan perusahaan tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi menyebutkan bahwa angka tersebut akan segera bertambah seiring dengan finalisasi kerja sama proyek baru bersama mitra lainnya dalam waktu dekat. Rencana penambahan kapasitas terpasang oleh perusahaan direncanakan mencapai 45 MW.
"Hari ini 727 MW, kita berharap ada proyek yang hari ini sedang pembahasan dengan PLN Insyaallah dalam waktu beberapa hari ke depan kita bisa solve menandatangani sebuah perjanjian itu akan bisa menambah kapasitas sekitar 45 MW," ujar Edwil dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, dikutip Senin (27/7/2026).
Penambahan kapasitas sebesar 45 MW tersebut diharapkan dapat mulai beroperasi atau on-stream sebelum tahun 2029 mendatang. Selain itu, PGE tengah mempercepat pengerjaan proyek Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW dan mempersiapkan pengembangan unit 4 serta proyek Hulu Lais.
"Itu diharapkan sebelum 2029 kita bisa onstream ditambah Lumut Balai 3 55 Megawatt ditambah dengan Lumut Balai 4 nantinya sudah siap dan hari ini pun kita juga sedang akan mempersiapkan bersama PLN Hulu Lais Hulu Lais unit 1 dan 2 dengan kapasitas sekitar 2 kali 55 Megawatt," jelasnya.
Perusahaan memproyeksikan peningkatan kapasitas secara bertahap untuk mencapai target 1,8 Giga Watt (GW) pada tahun 2033. Ambisi tersebut didorong oleh status panas bumi sebagai energi beban dasar (base load) yang sangat stabil dan tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca.
"Targetnya itu kita itu ingin jadi nomor satu di dunia nomor satu di dunia dan PGE ingin juga menjadi company dengan installed kapasitas terpasang terbesar di dunia yaitu 3 Gigawatt itu visi kita ke depan," tambahnya.
Capaian kapasitas terpasang PGE saat ini merupakan upaya pemanfaatan potensi panas bumi nasional yang baru terserap sekitar 11-12% dari total sumber daya yang ada. Edwil menegaskan pihaknya terus melakukan berbagai terobosan, termasuk digitalisasi dan penggunaan kecerdasan buatan, guna memitigasi risiko tinggi pada tahap eksplorasi dan pengembangan.
"Sangat banyak project yang hari ini dikerjakan di PGE dan semua proyek ini adalah sebagai komitmen dari Pertamina di dalam men-support green energy buat negeri ini," tandasnya.
(pgr/pgr) Add
source on Google