Foto Internasional

Potret Petani Lawan Krisis Air, Beralih Budidayakan Kaktus

Reuters, CNBC Indonesia
Minggu, 26/07/2026 19:05 WIB

Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air.

1/6 Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

2/6 Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Produksi buah tersebut terus meningkat karena mampu bertahan di tengah cuaca panas dan membutuhkan air yang relatif sedikit. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

3/6 Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Kondisi itu membuat petani mulai beralih membudidayakan prickly pear yang merupakan jenis kaktus sebagai bentuk adaptasi terhadap kekeringan dan perubahan iklim. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

4/6 Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Selain populer sebagai buah musiman di Mesir, prickly pear juga dikenal kaya serat, vitamin, dan mineral. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

5/6 Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Selain populer sebagai buah musiman di Mesir,  prickly pear juga dikenal kaya serat, vitamin, dan mineral. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

6/6 Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Tanaman ini juga dinilai berpotensi menjadi komoditas penting bagi sektor peertanian di wilayah yang rentan mengalami krisis air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Add as a preferred
source on Google