Harga Bawang Putih Naik, Kantor Amran Mau Panggil Importir-Distributor
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengakui harga bawang putih jenis kating masih bertahan tinggi di pasar. Kondisi ini dipicu oleh pasokan yang dinilai masih terbatas, sementara permintaan masyarakat terhadap jenis bawang putih tersebut cukup tinggi.
Bawang putih berdasarkan panel harga di SP2KP Kemendag hari ini rata-rata Rp37.934 per kg. Sementara itu, khusus di Jakarta harga bawang putih sudah Rp43.780 per kg.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, hasil pemantauan di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta, menunjukkan harga bawang putih honan cenderung stabil. Sebaliknya, bawang putih kating masih mengalami kenaikan harga karena stoknya belum memadai.
"Harga bawang putih memang trennya agak sedikit naik. Kami tanya langsung ke pedagang bawang putih, di sini memang ada dua kategori, kalau bicara bawang putih honan relatif stabil. Kemudian yang kating memang relatif agak tinggi," kata Ketut dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/7/2026).
Menurut dia, terbatasnya pasokan bawang putih kating dari luar negeri menjadi salah satu penyebab harga belum turun. Di sisi lain, jenis kating merupakan bawang putih yang paling banyak diminati masyarakat, khususnya di Jakarta.
"Memang pasokan kating kemungkinan dari luar negeri agak sedikit. Di samping itu, di Jakarta jenis kating sangat digemari oleh masyarakat. Melihat kondisi ini, kami akan kembali rapat dengan para importir (untuk) meminta dan memantau sekaligus meneliti posisi harga sebenarnya kating ini seperti apa," ujarnya.
Bapanas berharap penambahan pasokan dapat segera dilakukan sehingga harga bawang putih kating kembali stabil. Apalagi, Pasar Induk Kramat Jati menjadi salah satu pusat distribusi bawang putih ke berbagai daerah di Indonesia.
"Tatkala pasokan kating bisa ditambah, harapan harganya bisa stabil, menurun. Dengan posisi PIKJ yang stoknya relatif stabil, mudah-mudahan ke depan, harga bisa kita kendalikan dengan baik. Ini karena PIKJ distribusinya tidak hanya Jakarta tapi ke berbagai wilayah. Ini tentu menjadi barometer," tutur dia.
Selain menjaga pasokan di Jakarta, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap wilayah Indonesia Timur yang masih menghadapi fluktuasi harga bawang putih cukup tinggi. Karena itu, Bapanas akan mengumpulkan importir dan distributor agar distribusi pasokan ke daerah-daerah tersebut dapat ditingkatkan.
"Ketika kita bisa mengendalikan para distributor kemudian para grosir, harapan kita harga di beberapa wilayah yang menjadi sebaran bawang putih dari PIKJ ini, relatif bisa kita stabilkan. Kita coba dulu selesaikan yang di sini, nanti akan berdampak di Indonesia Timur juga," kata Ketut.
"Langkah pertama, kami akan mengumpulkan para importir. Langkah kedua tentu dengan distributor. Nah setelah itu dilakukan pendistribusian ke wilayah-wilayah timur, karena tentu juga perlu kita jaga harga disana. Relatif distribusinya masih agak berat dan tentu kita harus carikan solusi," imbuhnya.
Sebagai informasi, data Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 menunjukkan pemerintah menetapkan kuota impor bawang putih konsumsi sekitar 608,11 ribu ton, ditambah impor bawang putih olahan sebanyak 67,73 ribu ton. Sementara produksi bawang putih dalam negeri diperkirakan hanya mencapai 39,65 ribu ton.
Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman telah mengingatkan importir agar tidak memainkan harga komoditas pangan, termasuk bawang putih. Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu mencabut izin impor bagi pelaku usaha yang terbukti melanggar ketentuan.
"Jadi sekarang, alhamdulillah, (neraca pangan) kita ini angka-angkanya surplus. Termasuk yang impor, stoknya banyak. Tolong yang impor, jangan permainkan keadaan. Kalau aku dapatkan, anda berakhir menjadi importir. (Saat itu juga) adalah (kesempatan) terakhir anda menjadi importir," tegas Amran.
(wur) Add
source on Google