FOTO Internasional

Penampakan Harta Karun Emas Langka Ditemukan, Ada Cincin Kaisar

Reuters, CNBC Indonesia
Jumat, 24/07/2026 05:30 WIB

Arkeolog menemukan emas langka dari bangkai kapal Bizantium di Laut Adriatik. Kapal diduga mengangkut pejabat Kekaisaran Bizantium.

1/7 Igor Miholjek, kepala penelitian, Institut Konservasi Kroasia, Departemen Arkeologi Bawah Air, menunjukkan emas yang ditemukan di bangkai kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 21 Juli 2026. (REUTERS/Antonio Bronic)

Para arkeolog mengungkap penemuan yang disebut sebagai salah satu temuan emas paling signifikan dari bangkai kapal era Bizantium. Kapal yang ditemukan di dasar Laut Adriatik, lepas pantai selatan Kroasia, diduga mengangkut seorang pejabat tinggi Kekaisaran Bizantium beserta rombongannya. (REUTERS/Antonio Bronic)

2/7 Igor Miholjek, kepala penelitian, Institut Konservasi Kroasia, Departemen Arkeologi Bawah Air, menunjukkan emas yang ditemukan di bangkai kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 21 Juli 2026. (REUTERS/Antonio Bronic)

Hasil penggalian bawah laut yang berlangsung selama puluhan tahun itu diumumkan untuk pertama kalinya pada Kamis (23/7/2026). Para peneliti memperkirakan kapal tersebut berasal dari abad ke-7 hingga ke-8. Berbagai artefak yang ditemukan menunjukkan kapal itu bukan kapal dagang biasa, melainkan kemungkinan digunakan oleh kalangan elite. (REUTERS/Antonio Bronic)

3/7 Igor Miholjek, kepala penelitian, Institut Konservasi Kroasia, Departemen Arkeologi Bawah Air, menunjukkan emas yang ditemukan di bangkai kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 21 Juli 2026. (REUTERS/Antonio Bronic)

Tim arkeolog yang menggunakan peralatan selam telah menghabiskan lebih dari satu dekade meneliti bangkai kapal yang berada di dekat Pulau Mljet. Mereka secara bertahap mengangkat dan merestorasi artefak untuk mengungkap sejarah kapal tersebut. (REUTERS/Antonio Bronic)

4/7 Igor Miholjek, kepala penelitian, Institut Konservasi Kroasia, Departemen Arkeologi Bawah Air, menunjukkan emas yang ditemukan di bangkai kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 21 Juli 2026. (REUTERS/Antonio Bronic)

Di antara benda-benda berharga yang ditemukan terdapat koin emas dari masa Dinasti Heraclius, gesper bertatahkan rubi, zamrud, dan mutiara, serta cincin stempel emas bergambar seorang kaisar. Kepala Departemen Arkeologi Bawah Laut Institut Konservasi Kroasia, Pavle Dugonjic, mengatakan cincin tersebut "jelas bukan perhiasan yang dikenakan sembarang orang," sehingga menguatkan dugaan bahwa penumpang kapal memiliki status sangat tinggi. (REUTERS/Antonio Bronic)

5/7 Igor Miholjek, kepala penelitian, Institut Konservasi Kroasia, Departemen Arkeologi Bawah Air, menunjukkan emas yang ditemukan di bangkai kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 21 Juli 2026. (REUTERS/Antonio Bronic)

Kepala penelitian Institut Konservasi Kroasia, Igor Miholjek, mengatakan total emas yang ditemukan mencapai lebih dari 600 gram setelah proses pembersihan dan restorasi. Menurutnya, jumlah itu merupakan koleksi emas terbesar yang pernah ditemukan dari bangkai kapal di kawasan Mediterania. (REUTERS/Antonio Bronic)

6/7 Igor Miholjek, kepala penelitian, Institut Konservasi Kroasia, Departemen Arkeologi Bawah Air, menunjukkan emas yang ditemukan di bangkai kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 21 Juli 2026. (REUTERS/Antonio Bronic)

Profesor arkeologi Universitas Stanford, Justin Leidwanger, menyebut penemuan ini sebagai salah satu situs terpenting dari periode tersebut. Menurutnya, bangkai kapal itu memberikan gambaran berharga mengenai masa runtuhnya Kekaisaran Romawi Timur dan perubahan menuju dunia abad pertengahan, sekaligus menunjukkan bagaimana jalur pelayaran Mediterania menjadi penghubung utama sebelum akhirnya terfragmentasi. (REUTERS/Antonio Bronic)

7/7 Igor Miholjek, kepala penelitian, Institut Konservasi Kroasia, Departemen Arkeologi Bawah Air, menunjukkan emas yang ditemukan di bangkai kapal Bizantium dekat Polace di pulau Mljet, Kroasia, 21 Juli 2026. (REUTERS/Antonio Bronic)

Kekaisaran Bizantium, yang merupakan penerus Kekaisaran Romawi dengan pusat pemerintahan di Konstantinopel—kini Istanbul, Turki—pernah menguasai wilayah Mediterania timur. Namun, memasuki awal abad ke-8, kekaisaran tersebut dilanda berbagai konflik dan kehilangan banyak wilayah kekuasaannya. (REUTERS/Antonio Bronic)

Add as a preferred
source on Google