Bos Baru BGN Blak-blakan, Minta Diviralkan Sampai Pesan Khusus Prabowo
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, mempersilakan masyarakat maupun media terus menyoroti dan membicarakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk hingga menjadi viral.
Namun, ia mengingatkan agar informasi yang beredar tetap berdasarkan fakta dan tidak mengandung hoaks, fitnah, maupun kesengajaan memelintir informasi.
Menurut Sudaryono, MBG merupakan program yang menjadi perhatian publik sehingga wajar jika banyak dibahas di media nasional, maupun media sosial. Kendati demikian, ia berharap setiap informasi yang disampaikan tetap mengedepankan kebenaran.
"Saya minta didukung ya, saya minta (dan) mohon ya. Saya tahulah bahwa MBG (maupun) BGN ini tema yang besar kemudian ramai di mana-mana, di media maupun di sosmed. Jadi saya mohon itu.. saya paham orang kemudian gampang sekali membuat sensasi dengan tema MBG. Gampang sekali. kemudian jadi viral mungkin jadi bangga," kata Sudaryono kepada wartawan di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Ia menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan apabila isu terkait MBG menjadi viral. Yang terpenting, informasi yang disebarkan merupakan fakta.
"Tapi maksud saya, seviral apa pun nggak ada masalah. Tapi saya ingin ya itu kemudian diberitakan atau diposting kebenaran. Kalau ada pelanggaran, pelanggaran itu memang ada kebenaran. Jangan sampai kita kemudian ada hoax, ada fitnah ya kan kemudian ada misinterpretasi. Jadi sengaja misinterpretasi atau mungkin barangkali mohon maaf kasarnya, (atau) jeleknya sabotase dan lain-lain, please lah ya," ujarnya.
Sudaryono mengatakan, BGN terbuka terhadap kritik dan masukan. Namun, ia berharap pemberitaan maupun unggahan di media sosial tidak berisi informasi yang keliru.
"Ini kita kerja bareng, kerja semua dan saya minta semua, saya mohon kepada awak media dan semuanya untuk kemudian secara arif dan benar ya, bukan kok saya ini kemudian nggak mau ditunjukkan sesuatu yang jelek, bukan! Tapi please lah jangan kemudian beritanya adalah berita yang tidak benar. Itu saja," tegas dia.
Ia juga menilai seruan untuk menghentikan atau membubarkan MBG bukan merupakan bentuk kritik yang konstruktif.
"Kalau misalnya ada yang atas nama kritik, kemudian kritiknya sama dengan misalnya 'hentikan atau bubarkan MBG', 'bubarkan BGN'. Saya kira itu bukan kritik, bukan ranah kami untuk hentikan atau membubarkan BGN," ucapnya.
Sudaryono menuturkan, MBG merupakan janji politik Presiden Prabowo Subianto yang telah disampaikan sejak masa kampanye dan kini dijalankan pemerintah. Karena itu, fokus BGN adalah memperbaiki tata kelola program agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
"Makan bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo. Direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan di momen kampanye, dan kemudian beliau terpilih jadi Presiden. Sehingga yang kita lakukan, fokusnya adalah perbaikan tata kelola, menyediakan gizi yang baik dan aman bagi anak-anak kita, bagi ibu hamil, menyusui, dan lansia. Serta memberikan efek positif terhadap perekonomian, khususnya berada di desa-desa. Ini adalah program dari rakyat dan akan diberikan kepada rakyat. Sekali lagi kami mendengarkan, I'm listening, we are listening," kata Sudaryono.
Menanggapi berbagai persoalan yang sempat muncul, seperti dugaan keracunan maupun penipuan yang mengatasnamakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Sudaryono mengaku telah menerima banyak laporan dan masukan.
"Ya sudah ada beberapa, saya sedikit banyak kan ngerti ya karena di awal-awal dulu waktu bahas MBG saya juga bagian dari orang yang terlibat. Kemudian saya sebagai Wakil Menteri Pertanian juga kita sedikit banyak bersinggungan, karena memang terkait rantai pasok dan lain-lain. Dan di situ banyak juga masukan-masukan, keluhan-keluhan dan saya mendengarkan itu," ujarnya.
Ia mengatakan berbagai laporan tersebut berasal dari banyak pihak, termasuk kader partai, dan seluruhnya akan menjadi bahan evaluasi bersama internal BGN.
"Selain itu saya juga adalah orang politik. Saya adalah Ketua Gerindra Jawa Tengah. Ya tentu saja kader-kader itu juga lapor. 'Ini begini Mas Dar, ini begini Mas Dar'. Ya tentu saja ini semua jadi... tapi semua informasi itu ada di (sambil menunjuk kepala) yang sudah saya catat, tinggal nanti kita elaborasi dengan internal dan juga kita menerima masukan dari eksternal," tuturnya.
|
Pilihan Redaksi
|
Sudaryono juga mengingatkan masyarakat agar tidak percaya kepada pihak-pihak yang mengaku memiliki kedekatan dengannya untuk memperoleh perlakuan khusus atau keuntungan tertentu.
"Jadi percayalah bahwa saya.. saya nyatakan di sini, kalau ada orang yang ngaku-ngaku gitu ya misalnya ya, ngaku-ngaku saudaranya Sudar lah, ngaku keluarga lah, ngaku teman lah, ngaku siapa pun. Kemudian minta atensi lah, minta perlakuan khusus lah, minta-minta duit lah, neken-neken internal kitalah, neken-neken SPPG lah, siapapun itu yang dia melakukan tindak perbuatan yang nggak benar, saya pastikan tidak ada hubungannya. Silakan dilaporkan saja ke pihak berwajib. Saya nggak akan peduli siapapun itu," tegas Sudaryono.
Lebih lanjut, Sudaryono juga mengungkapkan arahan khusus yang diberikan Presiden Prabowo kepada dirinya sebagai Kepala BGN, yakni memastikan program berjalan efektif, efisien, dan cepat menyelesaikan persoalan di lapangan.
"Target khusus ya efektif, efisien, cepat, cepat selesai gitu loh. Jadi Pak Presiden satu arahannya, you have to run into the problem. Kita harus mau lari, kita selesaikan persoalan," ucap dia.
Ia mengatakan arahan tersebut dijalankan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan menggunakan akal sehat dalam setiap pengambilan keputusan.
"Caranya bagaimana? Caranya adalah love your people and use your common sense [Cintai orang-orangmu dan gunakan akal sehatmu]," pungkasnya.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]