CLOSE AD
MARKET DATA

Menteri Dody Ungkap Mutasi Bukan Hukuman, Tapi Tugas Mulia

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
22 July 2026 17:37
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Rabu (22/7/2026).  (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo menegaskan bahwa penempatan penugasan atau mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PU ke sejumlah wilayah di Tanah Air itu bukanlah hukuman. Menurutnya, pemindahan tugas ke kawasan Indonesia bagian Timur maupun Barat justru menjadi kesempatan bagi para ASN untuk meningkatkan kemampuannya dalam bekerja.

"Suatu hal yang harus saya mulai kikis pelan-pelan dari teman-teman PU bahwa penempatan di luar Jakarta dimanapun berada itu jangan dianggap sebagai hukuman di Indonesia Timur di Indonesia Barat di Indonesia Tengah di Indonesia. Tugas kita di Kementerian Pekerjaan Umum itu membangun dan memelihara infrastruktur infrastruktur itu dimana-mana apalagi sekarang ketambahan ada jalan daerah, ada irigasi daerah namanya juga daerah kan nggak mungkin daerah itu di Jakarta," ungkap dia kepada wartawan di Kantor Kementerian PU di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dody menyebutkan, ASN yang mendapatkan penempatan di daerah punya peluang lebih besar untuk mengembangkan kreativitasnya. Terlebih, para ASN tersebut kelak akan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat sekaligus membagikan pengalamannya selama di daerah.

"Bekerja di daerah itu maksudnya lebih mulia karena kreativitasnya bisa lebih baik lagi di sana kemudian interaktif dia dengan masyarakat tempat bisa lebih karena bagaimanapun juga kita ini manusia biasa, pendatang, orang lokal pasti jauh lebih mengerti," terangnya.

Sebagai gambaran, dalam pembangunan infrastruktur, pengetahuan masyarakat lokal kerap kali memiliki peran penting. Ia menilai pengalaman warga setempat dapat membantu pemerintah dalam memahami kondisi wilayah secara lebih efektif dan rinci.

Ada kalanya, pihak pendatang merasa punya teknologi canggih untuk mencari sumber air tanah. Padahal, masyarakat setempat yang sudah lama tinggal di sana biasanya memiliki pengetahuan lebih baik terhadap kondisi daerahnya berkat faktor pengalaman.

Menurut Dody, kombinasi antara teknologi modern dan pengetahuan masyarakat lokal dapat menghasilkan solusi pembangunan yang diharapkan lebih tepat sasaran. Dari situ, para ASN juga diyakini mampu membentuk karakter dan kemampuan kepemimpinan seiring pengalaman kerja di daerah.

Untuk ke depannya, Dody berharap ASN di lingkungan Kementerian PU tidak lagi memandang penempatan di daerah sebagai sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, penugasan tersebut harus dilihat sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sebelum mengemban tanggung jawab yang lebih besar pada masa depan.

Dia pun memandang bahwa ASN yang memiliki jam kerja tinggi di berbagai wilayah Indonesia akan menjadi pribadi yang lebih kuat ketika nantinya menduduki posisi strategis, mulai dari Direktur Jenderal hingga jabatan pimpinan lainnya di Kementerian PU.

"Menurut saya bener-bener tidak boleh itu ASN, Kementerian Pekerjaan Umum menganggap penempatan dimanapun berada mau di Papua, mau di Maluku mau di Aceh, mau di mana pun Sumba atau mana pun. Justru itu adalah tempat mereka diangkat harkat martabatnya lebih dipinterkan lagi. Jadi dengan mudah nanti kemudian masuk Jakarta, jadi Direktur Dirjen atau event Menteri kemudian memang mempunyai kemampuan di atas sana," pungkas dia.

(wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article WIKA & Kementerian PU Bangun Infrastruktur Pengelolaan Air di Merauke


Most Popular
Features