Delegasi Malaysia Sempat Datangi Kantor Amran, Mohon-mohon Ini ke RI

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 22/07/2026 16:30 WIB
Foto: Bendera Malaysia di Perdana Putra, kompleks kantor Perdana Menteri di Putrajaya (Photo by Tim de Waele/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan, Malaysia sempat mendatangi kantor Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu. Kedatangan tersebut dipicu kekhawatiran Negeri Jiran terhadap pasokan kelapa dari Indonesia yang menjadi penopang utama kebutuhan industri mereka.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Agus Rosyid Wasingun mengatakan, permintaan global terhadap kelapa Indonesia terus meningkat. Bahkan, Malaysia saat ini sangat bergantung pada pasokan kelapa dari Indonesia.

"Peluangnya, sebenarnya permintaan dunia cukup besar dan memang beberapa negara sudah mulai, bahkan seperti Malaysia itu hampir 89% kebutuhan kelapanya dari Indonesia, sehingga ketika kemarin sempat dua tahun lalu kekurangan bahan, itu sempat datang ke kementerian untuk memohon supaya tidak ada penghentian ekspor kelapa, tetapi (dibuatkan) pengaturan dan sebagainya," kata Rosyid dalam dalam Webinar Hilirisasi Kelapa Sinar Tani, Rabu (22/7/2026).


"Itu saking kekhawatirannya sangat tinggi, bahwa kebutuhan kelapa Malaysia itu 89% dipenuhi dari Indonesia. Kemudian peluang ekspornya juga cukup besar," sambungnya.

Menurut Rosyid, tingginya ketergantungan sejumlah negara terhadap kelapa Indonesia menjadi peluang besar bagi industri nasional. Ia menyebut permintaan ekspor masih terbuka lebar, seiring semakin banyak negara yang mulai mengimpor produk olahan kelapa asal Indonesia.

Penjualan kelapa parut di kawasan Kramat Jati, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Penjualan kelapa parut di kawasan Kramat Jati, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ia juga mengungkapkan, jumlah negara tujuan ekspor produk olahan kelapa Indonesia terus bertambah. Bahkan, salah satu perusahaan pengolahan kelapa nasional disebut telah mengekspor produknya ke hampir 80 negara.

"Jadi beberapa negara yang awalnya belum impor dari kita, itu sudah mulai impor. Waktu saya berkunjung ke perusahaannya Pak Rudy (Ketua Harian Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia/HIPKI), itu beliau menyebutkan ada sudah hampir 80 negara yang meminta atau impor produk olahan kelapa ini ke perusahaannya, dan teman-teman yang lain," tutur dia.

Melihat tingginya permintaan tersebut, pemerintah kini mendorong percepatan hilirisasi kelapa agar ekspor Indonesia tidak lagi didominasi bahan baku, melainkan produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Rosyid mengatakan, arahan Presiden Prabowo Subianto adalah meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri dengan mengundang investor membangun industri pengolahan kelapa di Indonesia.

"Jika hilirisasi ini betul-betul kita laksanakan dengan baik dan mencapai output yang diharapkan, ini hampir 10 kali lipat nilai tambahnya, dari buah menjadi berbagai macam produk yang bisa diolah dan diekspor. Dan arahan Bapak Presiden jelas, nilai tambahnya harus di dalam negeri, kalau perlu mengundang investor para pengolah itu untuk masuk ke dalam negeri, supaya ekspor itu berupa olahan tidak buah bulat gitu ya," pungkasnya.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Hilirisasi Produk Pertanian Beri Nilai Tambah hingga Rp35 Kuadriliun