Pemerintah Kebut Ambil Alih Bandara Kertajati dari Pemprov Jabar

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 22/07/2026 15:05 WIB
Foto: Kertajati International Airport. (Dok. bijb.co.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengembangan bandara internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, terus dilanjutkan untuk menjadi pusat Maintenance, Repair, and Overhoul (MRO). Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan saat ini pemerintah melakukan penyelesaian persoalan administrasi, termasuk pengalihan pengelolaan aset dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada pemerintah pusat.

Sebelumnya, dalam kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat, ada rencana pendirian MRO untuk pesawat jenis C-130J di Kertajati.

"Sedang proses. Ya kita pengennya secepatnya, tapi kan semua butuh proses ya, karena itu kan juga ada pengalihan aset yang tadinya milik Pemprov Jawa Barat untuk kemudian pengelolaannya akan dialihkan ke Pemerintah Pusat," kata Prasetyo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (22/7/2026).


Ia berharap seluruh proses tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin sehingga pengembangan Kertajati bisa mulai direalisasikan pada tahun ini.

Menurut Prasetyo, pemerintah ingin memastikan Bandara Kertajati yang telah dibangun dengan investasi besar dapat dimanfaatkan secara maksimal melalui berbagai fungsi strategis.

Selain diproyeksikan menjadi pusat MRO pesawat, Kertajati juga telah disiapkan sebagai embarkasi haji.

Kertajati International Airport. (Dok. bijb.co.id) Foto: Kertajati International Airport. (Dok. bijb.co.id)

"Pertama itu kita menghendaki Kertajati yang sudah dibangun itu bisa optimal. Jadi berbagai macam ide dan skenario untuk mengoptimalkan Kertajati kita exercise. Salah satunya menjadi embarkasi haji, kemudian untuk MRO pesawat," tuturnya.

Prasetyo meyakini optimalisasi Bandara Kertajati akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, hidupnya aktivitas di bandara akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi di wilayah tersebut.

"Bagaimana kita mengoptimalkan aset yang sudah kita bangun itu bisa memberikan manfaat yang lebih optimal, termasuk kita meyakini kalau Kertajati nanti bisa kita hidupkan, ekosistem ekonomi masyarakat multiplier effect-nya itu pasti secara otomatis akan tumbuh," katanya.

Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan fungsi Bandara Kertajati ke depan tidak hanya akan mendukung kebutuhan Kementerian Pertahanan. Menurutnya, bandara tersebut memiliki lokasi yang strategis dan kawasan yang luas sehingga dapat menjalankan berbagai fungsi sekaligus, baik sipil maupun sektor lainnya.

"Karena memang direncanakan fungsinya juga tidak hanya untuk pertahanan. Karena termasuk jenis bandara yang cukup luas, lokasinya strategis, yang bisa menjalankan berbagai fungsi," ujar Prasetyo.


(emy/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Lantik Gubernur & Wakil Gubernur Universitas RI