CLOSE AD
MARKET DATA

Peran Pertamina Dukung Pembangunan Ekosistem 'BBM' Baru Hidrogen

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
21 July 2026 19:25
Proyek hidrogen Pertamina. (Dok. Pertamina)
Foto: Proyek hidrogen Pertamina. (Dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) tengah mempercepat pembangunan ekosistem hidrogen sebagai alternatif bahan bakar dalam negeri. Perusahaan tengah menggarap sejumlah proyek berbasis hidrogen, mulai dari pengembangan hydrogen hub hingga hydrogen mobility alias "SPBU" hidrogen di berbagai wilayah Indonesia.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menjelaskan bahwa saat ini perusahaan sedang menjalankan beberapa proyek percontohan berbasis hidrogen. Dia mengatakan pengembangan infrastruktur hidrogen dilakukan secara bertahap, mulai dari Pulau Sumatra hingga Pulau Jawa.

"Dari utara Pulau Sumatra, Pak Menteri, Bapak dan Ibu, kita ada pengembangan hydrogen hub di Sei Mangkei dan Kuala Tanjung dengan kapasitas 4.000 kg per hari," jelas Oki dalam acara Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Di Sumatra Selatan, pihaknya menjalankan proyek percontohan hidrogen berbasis tenaga surya di Plaju dengan kapasitas 20 kg per hari. Sementara di Lampung, perusahaan bersiap meresmikan fasilitas hidrogen bersumber dari panas bumi berkapasitas 100 kilogram per hari pada November mendatang.

"Kemudian ke Pulau Jawa, di Jakarta kita sedang membuat ekosistem hydrogen mobility bersama-sama tentunya dengan PLN dan ekosistem yang lainnya," kata Oki.

Pihaknya juga akan menerima dukungan dari Korea untuk memperkuat ekosistem hidrogen di Jawa Barat sebagai bagian dari pencapaian transisi energi nasional.

Oki menegaskan kesiapan perusahaan untuk mendukung empat aspek utama, yakni kerangka regulasi, teknologi, permodalan, serta pembangunan infrastruktur.

"Untuk infrastruktur, tentunya kami sangat ingin sekali berbagi infrastruktur dan fasilitas nantinya dengan aset bangsa lainnya seperti misalnya dengan di tempatnya Pak Darmawan di PLN agar kita bisa membuat produksi yang ekonomis," tandasnya.

Berdasarkan paparan Pertamina, terdapat 7 proyek strategis terkait hidrogen yang tengah dicanangkan. Adapun, total kapasitas produksi hidrogen dan amonia biru hingga 18 ton per hari hingga tahun 2031. Berikut detailnya:

  1. Ulubelu, Lampung (2026): Hidrogen hijau dari panas bumi.
  2. RU III Plaju, Sumsel (2027): Hidrogen bersih dari tenaga surya.
  3. Sei Mangkei, Sumut: Hidrogen biru (3,9 ton/hari).
  4. Kuala Tanjung, Sumut: Hidrogen biru skala besar (14,5 ton/hari).
  5. Jakarta (2028): Stasiun pengisian hidrogen untuk kendaraan.
  6. Sulawesi: Riset pencarian hidrogen alami di dalam bumi.
  7. Bintuni, Papua (2031): Produksi amonia biru (2.500 ton/hari).

(wia) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Mulai Uji Coba Kendaraan dengan BBM Ganda: Solar & Hidrogen


Most Popular
Features