FOTO

Penampakan Air Sungai Ciliwung Hilang Misterius, Berubah Bak Daratan

Tri Susilo, CNBC Indonesia
Kamis, 23/07/2026 08:35 WIB

Air Sungai Ciliwung surut parah imbas musim kemarau. Begini penampakannya.

1/5 Debit air Sungai Ciliwung di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026) mengalami penyusutan seiring berkurangnya intensitas hujan pada musim kemarau. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Debit air Sungai Ciliwung di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026) mengalami penyusutan seiring berkurangnya intensitas hujan pada musim kemarau. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

2/5 Debit air Sungai Ciliwung di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026) mengalami penyusutan seiring berkurangnya intensitas hujan pada musim kemarau. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kondisi tersebut mulai terlihat dengan permukaan air sungai yang lebih rendah dibandingkan kondisi normal. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

3/5 Debit air Sungai Ciliwung di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026) mengalami penyusutan seiring berkurangnya intensitas hujan pada musim kemarau. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Penyusutan debit air menjadi salah satu dampak awal musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

4/5 Debit air Sungai Ciliwung di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026) mengalami penyusutan seiring berkurangnya intensitas hujan pada musim kemarau. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Berkurangnya aliran air berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku, aktivitas masyarakat di sekitar sungai, hingga kondisi ekosistem perairan apabila berlangsung dalam waktu yang lama. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

5/5 Debit air Sungai Ciliwung di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026) mengalami penyusutan seiring berkurangnya intensitas hujan pada musim kemarau. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada periode Juli hingga September 2026. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Add as a preferred
source on Google