CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

Chaos! Demonstrasi Tuntut Petahana Mundur Menggila-Korban Berjatuhan

luc,  CNBC Indonesia
21 July 2026 13:40
Ricuh pendukung partai kecoa saat demonstrasi menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan karena kebocoran kertas ujian, dekat Jantar Mantar, New Delhi, India, Senin (20/7/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)
Foto: REUTERS/Adnan Abidi

Jakarta, CNBC Indonesia - Gerakan anak muda India yang menamakan diri Cockroach Janta Party (CJP) alias Partai Kecoa memastikan aksi protes mereka akan tetap berlanjut meski tidak lagi menggelar pawai menuju parlemen. Keputusan itu diambil sehari setelah bentrokan dengan aparat kepolisian di New Delhi menyebabkan ratusan orang terluka, termasuk petugas keamanan dan demonstran.

Kelompok yang awalnya muncul sebagai gerakan satire di media sosial itu kini menjelma menjadi salah satu tantangan politik terbesar bagi Perdana Menteri Narendra Modi dalam masa jabatan ketiganya. Ribuan orang turun ke jalan pada Senin (20/7/2026) waktu setempat untuk berbaris menuju parlemen, menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan menyusul kebocoran soal ujian yang memengaruhi lebih dari dua juta pelajar pada Mei lalu.

Kepolisian Delhi menyatakan hampir 180 orang mengalami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi di pusat ibu kota India.

Dalam keterangannya, polisi menyebut korban terdiri dari 118 personel polisi dan aparat keamanan, serta 60 demonstran.

Ribuan massa dari Delhi dan berbagai kota serta daerah di sekitarnya berkumpul untuk mengikuti aksi menuju parlemen. Aksi tersebut menjadi puncak dari gerakan yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Gerakan Cockroach Janta Party mendapat dukungan luas dari kalangan muda, khususnya Generasi Z India, yang menilai pemerintah gagal menjaga integritas sistem pendidikan setelah kebocoran soal ujian nasional.

Polisi juga mengumumkan telah menahan 70 orang demonstran dan menyatakan proses hukum akan dilakukan terhadap mereka.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin malam, aparat menegaskan bahwa langkah hukum akan ditempuh terhadap peserta aksi yang ditangkap selama bentrokan.

Pada Selasa pagi, sekitar 150 hingga 200 orang kembali berkumpul di kawasan Jantar Mantar, salah satu lokasi unjuk rasa utama di pusat New Delhi.

Di tengah gerimis ringan, para demonstran meneriakkan berbagai slogan protes. Sementara itu, pengamanan diperketat dengan kehadiran personel pasukan paramiliter yang berpatroli di sejumlah kawasan pusat kota.

Barikade juga dipasang di sejumlah ruas jalan sehingga memperlambat arus lalu lintas.

Pendiri Cockroach Janta Party, Abhijeet Dipke, mengatakan kelompoknya memutuskan menghentikan aksi pawai demi mencegah lebih banyak korban.

"Kami harus menghentikan aksi protes kemarin karena kami tidak ingin lebih banyak anak muda terluka," kata Dipke, dilansir Reuters.

Meski demikian, ia menegaskan gerakan protes tidak akan berhenti.

"Kami tidak akan berbaris lagi karena polisi akan kembali melukai anak-anak muda," ujarnya.

Dipke juga mengklaim bahwa lebih dari 150 demonstran masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat bentrokan tersebut.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Demo Partai Kecoa Ricuh di Tetangga RI, Massa Ngamuk Soal Ujian Bocor


Most Popular
Features