FOTO INTERNASIONAL

Demo Partai Kecoa Ricuh di Tetangga RI, Massa Ngamuk Soal Ujian Bocor

Reuters, CNBC Indonesia
Selasa, 21/07/2026 05:18 WIB

Kebocoran soal ujian masuk nasional untuk sekolah kedokteran pada bulan Mei lalu memaksa sekitar 2 juta siswa untuk mengulang ujian.

1/8 Ricuh pendukung partai kecoa saat demonstrasi menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan karena kebocoran kertas ujian, dekat Jantar Mantar, New Delhi, India, Senin (20/7/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)

Ricuh pendukung partai kecoa saat demonstrasi menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan karena kebocoran kertas ujian, dekat Jantar Mantar, New Delhi, India, Senin (20/7/2026). (REUTERS/Anushree Fadnavis)

2/8 Ricuh pendukung partai kecoa saat demonstrasi menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan karena kebocoran kertas ujian, dekat Jantar Mantar, New Delhi, India, Senin (20/7/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)

Kebocoran soal ujian masuk nasional untuk sekolah kedokteran pada bulan Mei lalu memaksa sekitar 2 juta siswa untuk mengulang ujian, dan menyebabkan beberapa di antaranya bunuh diri dan merupakan tanda korupsi yang mengakar dalam pendidikan. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

3/8 Ricuh pendukung partai kecoa saat demonstrasi menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan karena kebocoran kertas ujian, dekat Jantar Mantar, New Delhi, India, Senin (20/7/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)

Gerakan yang telah berlangsung selama beberapa bulan dan protes tersebut dipandang sebagai tantangan publik terbesar bagi Perdana Menteri Narendra Modi di masa jabatan ketiganya, menarik jutaan pendukung di media sosial sebelum memperluas daya tariknya ke partai-partai oposisi. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

4/8 Ricuh pendukung partai kecoa saat demonstrasi menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan karena kebocoran kertas ujian, dekat Jantar Mantar, New Delhi, India, Senin (20/7/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)

"Mundur, mundur," teriak para demonstran. "Dharmendra Pradhan mundur", "Narendra Modi mundur," kata mereka dalam bahasa Hindi. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

5/8 Ricuh pendukung partai kecoa saat demonstrasi menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan karena kebocoran kertas ujian, dekat Jantar Mantar, New Delhi, India, Senin (20/7/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)

Dalam unjuk rasa tersebut pada demonstran juga menuntut pembebasan Wangchuk yang sedang melakukan mogok makan sebagai bentuk solidaritas dengan gerakan tersebut pengunduran diri Pradhan dan kompensasi sebesar 10 juta rupee ($104.000) atau sekitar Rp 1,86 miliar untuk setiap mahasiswa yang meninggal karena bunuh diri setelah kebocoran tersebut. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

6/8 Ricuh pendukung partai kecoa saat demonstrasi menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan karena kebocoran kertas ujian, dekat Jantar Mantar, New Delhi, India, Senin (20/7/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)

Sekitar 12 orang telah bunuh diri, menurut laporan media setempat dikutip dari Reuters. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

7/8 Ricuh pendukung partai kecoa saat demonstrasi menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan karena kebocoran kertas ujian, dekat Jantar Mantar, New Delhi, India, Senin (20/7/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)

Pendiri CJP Abhijeet Dipke dan para pendukungnya mengatakan akan mengakhiri protesnya juga jika anggota parlemen dan pemimpin partai politik menemuinya di rumah sakit dan meyakinkannya bahwa syarat-syarat tersebut akan dipenuhi. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

8/8 Ricuh pendukung partai kecoa saat demonstrasi menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan karena kebocoran kertas ujian, dekat Jantar Mantar, New Delhi, India, Senin (20/7/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)

Sementaram Menteri Kesehatan India J.P. Nadda mengatakan pada hari Senin bahwa ia telah meminta semua demonstran 'gerakan kecoa' untuk mengakhiri aksi duduk mereka dan membantu pemerintah dalam memulihkan keadaan normal, setelah bertemu dengan dua pemimpin gerakan tersebut. (REUTERS/Adnan Abidi)

Add as a preferred
source on Google