Hasil Ekspor CPO RI Dipermainkan, Prabowo: Ini Menusuk Hati Kita

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 20/07/2026 16:12 WIB
Foto: (YouTube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hasil ekspor terutama CPO asal Indonesia kerap jadi bahan permainan yang menguntungkan pihak tertentu. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk membuat kebijakan ekspor 1 pintu, yaitu lewat BUMN Khusus Ekspor yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia alias PT DSI. Aktivitas ekspor PT DSI akan dimulai pada 1 September 2026 mendatang.

"Dengan ekspor sumer daya alam satu pintu kita mengadakan tahap transisi, dan kita harapkan nanti 1 September 2026 implementasi penuh, kemudian proses ini semua akan membuat kita bener-benar paham bener kemana uang kita," ungkap Prabowo saat membuka Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Ada 3 komoditas yang diatur ekspornya oleh PT DSI, yakni batu bara, kelapa sawit hingga fero alloy. Khusus kelapa sawit, Prabowo mengatakan hasil ekspor kerap jadi bahan permainan perusahaan.


"Sebagai contoh kelapa sawit banyak dijual di Indonesia resmi kontrak harganya Rp17.000 CPO ya per Rp17.000, Rp15.000 per kilo. Pada harga di internasional di Eropa Rotterdam itu Rp27.000, harga sebenarnya Rp27.000, siapa yang nikmati Rp17.000 hampir 50%?" ungkap Prabowo.

Mengetahui hal ini, Prabowo sangat kecewa dan marah.

"Jadi permainan seperti ini yang menusuk hati kita," tegas Prabowo.

"Jadi perusahaan dari Indonesia dia ekspor begitu di sini dia jual Rp14.000 (per Kg) dalam perjalanan ke Eropa. Konon kabarnya berubah-ubah lagi dealnya sehingga di sana Rp27.000, jadi kita hilang 50% kekayaan kita satu kali perjalanan kita hilang 50% kekayaan kita," terang Prabowo.

Prabowo pun berharap dengan caranya ini, kekayaan Indonesia tak lagi. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

"Jadi kita tegakkan, terima kasih dapat laporan dari saudara Rosan CEO Danantara bahwa baru 1 bulan 2 minggu bekerja PT DSI beroperasi PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih US$10,5 miliar," jelasnya.


(wur/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Jejak 5 Skandal Wilmar, Dari Minyak Goreng Hingga Dugaan Korupsi