MARKET DATA

Prabowo Mau RI Ikuti Jejak India-Brasil Garap Bahan Bakar dari Tebu Cs

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
20 July 2026 15:35
Presiden Prabowo Subianto pimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI, 17 Juli 2026. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Prabowo Subianto pimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI, 17 Juli 2026. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan mempercepat pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis bioetanol. Bahkan, Indonesia ditargetkan mampu mengikuti jejak India dan Brasil dalam pemanfaatan etanol sebagai campuran bensin.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Prabowo mengatakan, Indonesia saat ini telah memiliki kemampuan menuju penerapan E10 atau bensin dengan campuran 10% etanol. Bahkan, Indonesia berpotensi meningkatkan kadar campuran etanol hingga E20.

Adapun, sumber bahan baku bioetanol ini bisa berasal dari tetes tebu (molase), sorgum, singkong, aren, jagung dan lainnya.

"Saya melihat pameran tadi sudah mampu menuju E10, etanol 10, jadi bensin nanti dicampur 10% etanol, tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20. Butuh pabrik, tadi pabriknya yang kita miliki baru 1 pabrik, tadi saya putuskan kita bangun minimal 30 pabrik kalau perlu sampai 50 pabrik," katanya saat acara Panen Raya tersebut.

Prabowo kemudian membandingkan perkembangan penggunaan bioetanol di sejumlah negara. Menurutnya, India telah menerapkan E20, sementara Brasil bahkan telah menggunakan E100 atau bahan bakar berbasis etanol murni.

"India sudah E20, India sudah E20, Brasil sudah E100. Masa Indonesia gak bisa, Indonesia bisa kan? bisa ? bisa," katanya.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkan swasembada energi. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh pihak tetap optimistis.

"Yang gak mau gak papa, duduk aja. Duduk aja nonton, ya tapi jangan membebek kepada kekuatan asing terus. Indonesia jelek, Indonesia apa, Indonesia gelap, kalau pakai kacamata gelap ya gelap terus," katanya.

Sebelumnya, CEO Pertamina NRE John Anis juga membeberkan sejumlah negara yang telah berhasil menerapkan pencampuran bensin dengan bioetanol.

Negara-negara seperti Brasil dan India tercatat sudah lebih unggul dalam pengembangan bioetanol yang dicampur dengan BBM bensin.

John pun menekankan pentingnya Indonesia mengejar ketertinggalan dalam implementasi bauran energi nabati di sektor transportasi. Hal itu dia ungkapkan di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto pada acara Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

"Nah ini contoh produknya Pak sudah ada yang... ini contoh E100 Pak. Kemudian ini... ini E100 Pak. Brasil. E100 Pak. Kalau India E20 Pak," katanya dalam paparan di hadapan Presiden Prabowo.

Dia menjelaskan bahwa India saat ini telah jauh melampaui capaian Indonesia dengan menerapkan kebijakan campuran etanol sebesar 20% atau E20. Sementara itu, Indonesia saat ini baru mencapai tahap pencampuran 5% atau E5 yang tersebar di wilayah Jakarta dan Jawa Timur.

"India udah E20 Pak, jadi kita nggak mau kalah Pak, kita harus kejar mereka. Kita baru E5 Pak. Jadi ini E5 di 170 outlet kami di Jawa Timur dan di Jakarta," ungkapnya.

(wia) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Usai Solar dari Sawit B50, Kini Prabowo Mau Gencarkan Bensin dari Tebu


Most Popular
Features