MARKET DATA

MBG Jalan Lagi, Wamenko Pangan Ungkap Efeknya ke Harga Telur Ayam

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
20 July 2026 13:50
Peluncuran Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Senin (20/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
Foto: Peluncuran Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Senin (20/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menilai kenaikan harga telur ayam di segelintir pasar dipengaruhi oleh pergerakan pasokan dan permintaan. Terlebih, saat ini permintaan telur ayam mulai meningkat seiring mulai berjalannya ajaran masuk sekolah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi saya rasa kenaikan hari ini ya kita maklumi sebagai suatu pergerakan demand (permintaan) dengan masuknya anak-anak sekolah yang kemudian mau tidak mau, suka tidak suka pengaruh dampak MBG ini demikian terasa bahkan dari telur saja," ungkap dia kepada wartawan di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).

Hanif bilang, upaya pengaturan soal keseimbangan pasokan dan permintaan semestinya perlu dilakukan secara lebih rinci agar harga komoditas pangan ini bisa tetap terjaga. Oleh sebab itu, jika permintaan telur ayam mulai menurun, maka harganya pun akan ikut menyusut.

"Tadi dengan naiknya ini sebenarnya kita juga Alhamdulillah karena masih dalam harga yang kemudian memang imbang antara biaya produksi dan konsumsi masyarakat," terang dia.

Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, dalam beberapa pekan terakhir harga telur ayam mengalami penurunan cukup tajam, namun saat ini harga produk tersebut mulai berangsur naik kembali.

"Ini telur naik, alhamdulillah. Karena kan kemarin telur itu harganya di kandang saja sampai Rp 15.000. Nah sekarang, pemerintah pada saat harga telur di bawah itu, Pak Mentan (Menteri Pertanian) sekaligus Bapak Kepala Badan Pangan Nasional perintahkan bagaimana upaya kita mengangkat harga tersebut," ujar Ketut.

Dia menambahkan, pemulihan harga telur ayam didorong oleh peningkatan permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi kebutuhan MBG seiring dimulainya tahun ajaran baru bagi para pelajar hingga berakhirnya bulan Suro.

Berdasarkan hasil temuan di Pasar Tebet Timur, salah satu pedagang bahan pokok bernama Udin mengaku saat ini harga telur ayam sudah mulai meroket. Kini, harga telur ayam satu kilogram dibanderol seharga Rp 27.000 sampai dengan Rp 28.000.

(wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Telur Ayam di Kandang Lagi Jatuh, Kementan Buka Suara


Most Popular
Features