Foto Internasional

Detik-Detik AS Hancurkan Jembatan Iran, Perang Menggila hingga Teluk

Reuters, CNBC Indonesia
Sabtu, 18/07/2026 09:00 WIB

Media Iran melaporkan bahwa lima jembatan terkena serangan terbaru AS dan tujuh orang dilaporkan tewas.

1/6 Kondisi jembatan yang rusak akibat serangan AS, di Bandar Khamir, provinsi Hormozgan, Iran, Jumat (17/7/2026). (Social Media/via REUTERS)

Kondisi jembatan yang rusak akibat serangan udara AS, di kota pelabuhan Bandar Khamir, Iran selatan, Jumat (17/7/2026). (Social Media/via REUTERS)

2/6 Kondisi jembatan yang rusak akibat serangan AS, di Bandar Khamir, provinsi Hormozgan, Iran, Jumat (17/7/2026). (Social Media/via REUTERS)

Media Iran melaporkan bahwa lima jembatan terkena serangan terbaru AS, serta stasiun kereta api di pesisir Bandar Khamir dan Bandara Iranshahr di Iran tenggara. (Social Media/via REUTERS)

3/6 Kondisi jembatan yang rusak akibat serangan AS, di Bandar Khamir, provinsi Hormozgan, Iran, Jumat (17/7/2026). (Social Media/via REUTERS)

Tujuh orang tewas dalam serangan AS terhadap jembatan di Bandar Khamir, lapor kantor berita negara IRNA dikutip dari Reuters. (Social Media/via REUTERS)

4/6 Kondisi jembatan yang rusak akibat serangan AS, di Bandar Khamir, provinsi Hormozgan, Iran, Jumat (17/7/2026). (Social Media/via REUTERS)

Nampak salah jembatan rusak parah dan terbakar setelah militer AS mengatakan telah menyelesaikan gelombang serangan terbarunya. (Social Media/via REUTERS)

5/6 Kondisi jembatan yang rusak akibat serangan AS, di Bandar Khamir, provinsi Hormozgan, Iran, Jumat (17/7/2026). (Social Media/via REUTERS)

Militer AS mengatakan serangan tersebut dilakukan atas arahan Presiden Donald Trump dan menandai malam keenam berturut-turut serangan Amerika. (Social Media/via REUTERS)

6/6 Kondisi jembatan yang rusak akibat serangan AS, di Bandar Khamir, provinsi Hormozgan, Iran, Jumat (17/7/2026). (Social Media/via REUTERS)

Sementara Iran mengatakan telah melancarkan serangan baru terhadap fasilitas AS di Timur Tengah, termasuk serangan langsung pertama di Suriah sebagai balasan terhadap AS. (Social Media/via REUTERS)

Add as a preferred
source on Google