FOTO

Sah Diterima Nikahnya! Ramai Gen Z Akad di KUA, Agama-Negara Saksinya

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki), CNBC Indonesia
Jumat, 17/07/2026 15:35 WIB

Selain dinilai lebih praktis, menikah di KUA juga dianggap mampu menekan biaya sehingga dana yang ada dapat dialokasikan untuk kebutuhan setelah berumah tangga.

1/10 Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

2/10 Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sejumlah pasangan kini memilih melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Selain dinilai lebih praktis, pernikahan di KUA juga dianggap mampu menekan biaya, sehingga dana yang ada dapat dialokasikan untuk kebutuhan setelah berumah tangga. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

3/10 Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Salah satu calon pengantin Azril dan Julia sepakat mengaku memilih menikah di KUA karena ingin menjalani prosesi akad yang sederhana namun tetap khidmat. Baginya, yang terpenting adalah pernikahan sah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

4/10 Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Selain karena biaya yang mahal di rumah atau digedung kami ingin akad yang sederhana, khidmat, Menurut kami yang paling penting adalah sah secara agama dan negara." kata Azril kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

5/10 Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Selain faktor biaya, proses administrasi di KUA dinilai mudah dan pelayanan yang diberikan petugas cukup membantu. Calon pengantin juga mendapatkan pembekalan melalui bimbingan perkawinan sebelum hari akad. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

6/10 Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Menikah di KUA kami bisa menghemat biaya yang cukup besar. Uangnya nanti kami gunakan untuk tabungan dan kebutuhan setelah menikah." tambahnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

7/10 Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Fenomena meningkatnya pasangan yang menikah di KUA juga dipengaruhi perubahan cara pandang masyarakat. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

8/10 Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kepala KUA Tebet, Nasrulloh, mengatakan bahwa sebelumnya sekitar 20% pasangan melangsungkan akad nikah di KUA, sementara 80% memilih menikah di luar KUA, baik di gedung maupun di rumah. Namun pada 2026, komposisi tersebut berubah menjadi sekitar 40% pasangan menikah di KUA dan 60% di luar KUA. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

9/10 Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Menurut Nasrulloh, peningkatan tersebut mayoritas berasal dari kalangan Generasi Z. Meski demikian, pasangan dari kelompok usia lainnya juga turut memilih akad nikah di KUA. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

10/10 Sepasang calon pengantin Azril 24 tahun dan Julia 23 tahun menjalani prosesi akad nikah di KUA Tebet, Jakarta, Jumat, (17/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Terkait alasan di balik perubahan tren tersebut, Nasrulloh mengaku belum dapat menyimpulkan secara pasti. Namun, dari sejumlah pasangan yang ditemuinya, pertimbangan ekonomi menjadi salah satu faktor utama. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Add as a preferred
source on Google