MARKET DATA

Kedepankan ESG, Dirut PHR Ungkap Strategi Genjot Produksi Migas

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
17 July 2026 12:34
Pertamina Hulu Rokan
Foto: PHR telah melakukan injeksi Pertamina di lapangan Minas area A sejak tahun 2025 serta bertahap mengembangkan area B. Harapannya, pada 2028 – 2029, area iini dapat meningkatkan produksi minyak, khususnya melalui metode Chemical – Enhanced Oil Recovery (C-EOR).

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin mengungkapkan sejumlah strategi dalam mendorong produksi migas nasional, terutama dalam menjaga ketahanan energi. Arifin menyebutkan PHR fokus pada menjaga dan mengelola baseline produksi, agar tidak tergerus, seperti yang terjadi di beberapa lapangan-lapangan migas lainnya.

"Strategi kami agresif, massif, dan berkembang. Oleh karena itu, kami menjaga reliability barang dijaga, selain itu tentu saja harus bertumbuh agar produksi bertambah setiap tahun," rinci Arifin dalam Economic Update CNBC Indonesia, dikutip Jumat (17/07/2026).

Dia menegaskan misi besar PHR adalah mendukung tujuan pemerintah dalam mencapai swasembada energi. Untuk mencapai perjalanan itu, menurutnya PHR ingin menjadi salah satu pemain utama dengan target-target yang sudah disusun, sehingga angka produksi bisa tercapai.

PHR juga menggali potensi Migas Non-Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan melalui sumur Gulamo dan sumur Kelok. Strategi ini sejalan dengan upaya PHR menjaga produksi migas agar tidak tergerus 'natural decline' pada sumur minyak tua. PHR juga mengembangkan teknik Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) produksi dalam negeri yang ditujukan untuk memaksimalkan produksi minyak hingga bertambah 20%.

"Kita sudah masuk level lanjut, kita gunakan CEOR dan yang sangat membanggakan bahwa bahan kimia yang digunakan adalah asli Rokan dan sudah dipatenkan. Dengan menggunakan CEOR, jumlah minyak yang bisa diangkat bertambah hingga 20%," ungkap Arifin.

PHR juga telah melakukan injeksi Pertamina di lapangan Minas di area A sejak tahun 2025m sehingga dapat meningkatkan produksi 2.800 BOPD pada akhir 2026. Area B juga terus kita kembangkan, sehingga pada 2028-2029 area ini juga diharapkan bisa tembus 70.000 BOPD.

"Ini kesempatan yang sangat besar bagi kami di Rokan dan memberikan kontribusi bagi dunia minyak dan gas," harap Arifin.

Sejak 2021, PHR terus mengembangkan mentransformasi pemanfaatan teknologi dalam operasi migas melalui Digital Innovation Center (DAS) yang mampu mengontrol aktivitas migas yang dilakukan 44 Ribu tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan di 17 Kabupaten Di Riau.

PHR juga memastikan komitmennya dalam mendukung transisi energi dan swasembada energi dengan strategi agresif, masif dan berkembang. Langkah ini salah satunya dilaksanakan dengan menjalankan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance) dengan menekan emisi karbon CO2.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Produsen Minyak Terbesar RI Berupaya Tekan Emisi, Begini Caranya


Most Popular
Features