FOTO

Ratusan Ribu Ton Bawang Putih Impor China Masuk RI, Segini Harganya

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman), CNBC Indonesia
Kamis, 16/07/2026 20:00 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih.

1/8 Pekerja mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Pekerja mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

2/8 Pekerja mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sepanjang Januari–Mei 2026, sekitar 98,31% dari total impor bawang putih nasional berasal dari negara tersebut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

3/8 Pekerja mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan sepanjang lima bulan pertama 2026, total volume impor bawang putih mencapai 186.780 ton. Realisasi impor ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 134.800 ton. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

4/8 Pekerja mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

BPS mencatat, hampir seluruh impor bawang putih sepanjang Januari–Mei 2026 berasal dari China dengan volume 183.620 ton atau setara 98,31% dari total impor nasional. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

5/8 Pekerja mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Pantauan CNBC Indonesia, harga bawang putih impor dari China di Pasar Induk Kramat Jati dijual dengan harga Rp 37.000/kg dengan harga modal Rp 30.500/kg. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

6/8 Pekerja mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

"Betul hampir semua bawang putih disini impor dari China, untuk harga terbilang normal" kata salah satu pedagang kepada CNBC Indonesia. Sementara jika melansir dari infopangan.jakarta.go.id, harga bawang putih hari ini berada di harga Rp 27.500/Kg. Artinya harga bawang putih yang beredar dijual berada diatas harga ketentuan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

7/8 Pekerja mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Berdasarkan data sementara, volume impor bawang putih sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai 229.760 ton atau naik 28,44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

8/8 Pekerja mengupas bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Meski demikian, secara bulanan volume impor pada Juni tercatat lebih rendah dibandingkan Juni 2025. Namun, secara kumulatif sepanjang semester I/2026, realisasi impor masih lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Add as a preferred
source on Google