Investasi di Batam Melonjak, Tahun Lalu Tembus Rp 44 Triliun

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Kamis, 16/07/2026 16:50 WIB
Foto: Di Indonesia sudah ada fasilitas produksi anjungan lepas pantai di Batam, Kepulauan Riau. Fasilitas ini dimiliki oleh McDermott. (CNBC Indonesia/Wahyu Daniel P)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam/ Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 7,49% pada triwulan IV-2025. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (16/7/2026).

Capaian ini mencerminkan bahwa indikator ekonomi makro Kota Batam sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif yang tak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, melainkan juga realisasi investasi hingga neraca perdagangan yang mencatatkan surplus.

"Secara kumulatif, pertumbuhan 2025 sebesar 6,76%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang angkanya 5,11%. Sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2025 untuk Kota Batam sebesar Rp 253,6 triliun," ujar dia, Kamis (16/7/2026).


Amsakar juga menyampaikan, realisasi investasi Batam pada 2025 berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencapai Rp 44,01 triliun atau meningkat 72,83% dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 yakni sebesar Rp 25,46 triliun. Realisasi investasi Batam pada 2025 juga setara 118,97% dari target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp 36,9 triliun.

Menariknya, tingginya realisasi investasi di Batam ternyata ditopang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang tumbuh 125,86% dari target yang ditetapkan pada 2025. Sementara itu, meski terjadi perlambatan, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Batam masih mampu tumbuh 47,81%.

Memasuki tahun 2026, Batam kembali membukukan kinerja investasi yang positif. Pada triwulan I-2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp 17,4 triliun atau tumbuh 102,85% dari target yang ditetapkan sekitar Rp 8 triliun.

Neraca perdagangan Batam sepanjang tahun 2025 juga mencatatkan surplus sebanyak US$ 1,96 miliar. Hal ini mencerminkan kuatnya kegiatan ekspor yang berasal dari wilayah tersebut.

Lebih lanjut, dari sisi tata kelola keuangan, BP Batam sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dari sisi posisi neraca keuangan, per 31 Desember 2025 nilai aset BP Batam mengalami kenaikan sebesar Rp 171,33 miliar dibandingkan total aset 2024.

BP Batam juga mencatatkan penurunan piutang usaha 22,56% atau sebesar Rp 129,20 miliar pada 2025. Saldo anggaran lebih BP Batam pada 2025 turut mengalami kenaikan 54,53% dari semula Rp 855,23 miliar menjadi Rp 1,32 triliun.

"Peningkatan sal ini menjadi salah satu modal fiskal penting dalam mendukung program dan kegiatan BP Batam tahun 2026," tandas dia.


(wur/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Harmonisasi Fiskal & Moneter demi Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan